Breaking News:

Berita Denpasar

Imbas Isu Harga Minyak Sawit Mentah Naik, Harga Minyak Goreng Naik Tiap Minggu

Jelang Natal dan Tahun Baru harga minyak goreng di pasaran terpantau kian menanjak setiap minggunya.

Istimewa/Kompas
Ilustrasi Minyak Goreng - Jelang Natal dan Tahun Baru harga minyak goreng di pasaran terpantau kian menanjak setiap minggunya 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jelang Natal dan Tahun Baru harga minyak goreng di pasaran terpantau kian menanjak setiap minggunya.

Kenaikan ini isunya dipicu oleh naiknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Sebelumnya hal ini juga diakui oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan.

Dalam satu kesempatan ia menyampaikan, kenaikan harga minyak goreng ini tak lepas dari adanya pengaruh pasar global.

Kenaikan harga minyak goreng ini jelas dirasakan oleh para pedagang.

Salah satu pedagang sembako, Ayik mengatakan, kenaikan ini sudah dimulai sejak dua bulan yang lalu atau sekitar pertengahan Oktober.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Masih Mahal di Indonesia

Mulanya sebelum terjadi kenaikan, harga minyak goreng rata-rata di kisaran Rp14 ribu seliter dan Rp26 ribu dua liter.

"Itu saja sudah termasuk mahal. Sekarang seliter sudah jadi Rp 18 ribu, dua liter Rp 37 ribu. Ini kalau dagang eceran lainnya sudah jual Rp40 ribu, dan akan naik lagi,” katanya pada, Sabtu 27 November 2021. 

Ketika ditanya apakah penyebab kenaikan minyak goreng di pasaran, Ayik mengaku kurang memahami alasan pastinya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved