Breaking News:

Wawancara Tokoh

Ketua PGRI Kota Denpasar Drs I Ketut Suarya MPd, Jangan Pernah Menyerah

Para guru mengalami pasang surut profesi dan tugas-tugas, terutama di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Drs I Ketut Suarya MPd, Ketua PGRI Kota Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - HARI Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November.

Para guru mengalami pasang surut profesi dan tugas-tugas, terutama di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Bagaimana kehidupan para guru dan makna Hari Guru Nasional, Tribun Bali mewawancarai Ketua Persatuan Guru-guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Denpasar, Drs I Ketut Suarya Mpd. Berikut petikan wawancaranya:

Apa makna peringatan Hari Guru Nasional tahun ini bagi para guru?

Baca juga: KISAH Owner Ayam Kremes Cak Iwan yang Suka Beramal dari Hasil Penjualan Makanan di Warungnya

Sesuai dengan tema, Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh berarti guru-guru kita sekarang itu jangan menyerah dengan Covid-19.

Terkait dengan itu, guru harus menjadi agen pembaruan.

Dalam situasi dan kondisi apa pun, guru harus tetap melaksanakan tugas dan intinya jangan pernah menyerah dengan Covid.

Bagaimana harapan para guru di Hari Guru Nasional ini, di tengah situasi masih pandemi?

Di samping sebagai agen pembaruan, harapan kita guru ke depan harus menjadi inspirator bagi anak-anak karena inspirator inilah yang bisa mendidik siswa itu menanamkan karakter.

Tanpa itu secanggih apa pun teknologi, pendidikan tidak bisa digantikan oleh robot, atau yang lain.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved