Breaking News:

Berita Klungkung

Goa Gede di Nusa Penida Diteliti Selama 22 Tahun, Ditemukan Berbagai Peninggalan Purba Kala 

Goa Gede di Dusun Pendem, Desa Pejukutan, Nusa Penida masih menyimpan teka-teki kehidupan manusia pada zaman lampau di Nusa Penida.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Kondisi Goa Gede yang terletak di Dusun Pendem, Desa Pejukutan, Nusa Penida, Sabtu, 27 November 2021 

TRIBUN-BALI.SEMARAPURA- Goa Gede di Dusun Pendem, Desa Pejukutan, Nusa Penida masih menyimpan teka-teki kehidupan manusia pada zaman lampau di Nusa Penida.

Para arkeolog sudah 22 tahun meneliti Goa Gede dan berhasil menemukan berbagai peninggalan purba kala di dalam goa yang lokasinya berada di ketinggian 200 Mdpl tersebut.

Baca juga: Target Tuntas Akhir Tahun, Polres Klungkung Beri Sembako untuk Tarik Minat Warga Ikut Vaksin

Baca juga: Ingatkan Tertib Protokol Kesehatan, Satlantas Polres Klungkung Bagi Bingkisan ke Pengendara

Baca juga: Asap Mengepul dari Merajan, Bale Piasan Hangus Terbakar di Desa Tangkas Klungkung

Para arkeolog bertahun-tahun meneliti Goa Gede karena diperkirakan menjadi hunian manusia pada zaman prasejarah.

Secara karakteristik goa ini dianggap menjadi tempat yang strategis untuk menjadi tempat tinggal para manusia pra sejarah dengan kondisi gua yang cukup luas, penyinaran yang cukup dan sirkulasi udara yang mendukung. 

Goa ini menghadap ke tenggara dengan memiliki lebar mulut goa mencapai 16 meter, tinggi mulut goa mencapai 5 meter.

Serta panjang goa keseluruhan mencapai 53 meter dan lebar dalam goa mencapai 22 meter.

Didepan Goa Gede terdapat aliran Sungai Celagi.

Baca juga: Naik 0.11 Persen, UMK di Klungkung Menjadi Rp2.540.847,97

Perbekel Desa Pejukutan Made Arya menjelaskan, Goa Gede ini sudah diteliti oleh Arkeolog kurang lebih 22 tahun.

Sampai saat ini, penelitian masih dilakukan untuk mengungkap teka-teki kehidupan masa lalu manusa purba di Goa Gede dan Nusa Penida.

"Banyak temuan yang didapatkan dari hasil penelitian, seperti ditemukan pisau terbuat dari batu, tulang belulang dan yang lainnya," ujar Made Arya, Sabtu, 27 November 2021. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved