Berita Tabanan

Terdakwa Surya Brasco Divonis 15 Tahun Penjara atas Kasus Pembunuhan, JPU Kejari Tabanan Banding

vonis tersebut tidak sesuai dengan tuntutan JPU sebelumnya yakni hukuman maksimal 19 tahun penjara sesuai tuntutan pembunuhan berencana seperti

Kompas.com
Ilustrasi. Terdakwa Surya Brasco Divonis 15 Tahun Penjara, JPU Kejari Tabanan Ajukan Banding 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tabanan melakukan upaya banding setelah terdakwa kasus pembunuhan yang dilakukan di Banjar Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel pada bulan Maret 2021 lalu, Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Surya Brasco divonis 15 tahun penjara sesuai pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Sebab, vonis tersebut tidak sesuai dengan tuntutan JPU sebelumnya yakni hukuman maksimal 19 tahun penjara sesuai tuntutan pembunuhan berencana seperti ketentuan Pasal 340 KUHP.

Kasi Intel Kejari Tabanan, Putu Pande Mahaputra membenarkan bahwa pihak JPU melaksanakan upaya banding terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel.

Terpisah, Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tabanan, I Dewa Gede Putra Awatara, pihaknya menyebutkan hukuman 15 tahun penjara tersebut sesuai dengan hukuman maksimal pasal 338 KUHP.

Baca juga: HUT Kota Tabanan ke-528 Usung Tema Melangkah Bersama Menuju Tabanan Era Baru

Namun, hal tersebut tidak sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni terdakwa Surya Brasco dituntut melakukan pembunuhan berencana sesuai pasal 340 KUHP dengan hukuman maksimal 19 tahun penjara.

"Sesuai SOP, karena putusan tidak sesuai dengan tuntutan kami di JPU, maka kami melakukan upaya banding. Itu wajib sesuai SOP Kejaksaan RI," kata Dewa Awatara saat dikonfirmasi, Senin 29 November 2021.

Dia menjelaskan, putusan perkara pembunuhan tersebut sudah dibacakan pada Kamis 18 November 2021 lalu.

Kemudian, karena putusan tak sesuai dengan tuntutan, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan upaya hukum banding.

Dalam putusan tersebut, terdakwa Surya Brasco dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan sesuai pasal 338 KUHP dan dipidana penjara 15 tahun.

"Namun, sesuai dengan pedoman SOP tuntutan Kejaksaan RI lakukan banding. Sebab, tuntutan kami tuntut pasal 340 KUHP. Sehingga banding terkait pasal dan hukumannya juga, artinya kita ingin agar sesuai dengan yang kita tuntut," tandasnya.

Sebelumnya, Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Surya Brasco akhirnya dituntut maksimal yakni 19 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan atas kasus pembunuhan yang dilakukannya di Banjar Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel pada bulan Maret 2021 lalu.

Tuntutan tersebut menyusul dengan perbuatan yang dilakukan tersangka adalah pembunuhan berencana seperti ketentuan Pasal 340 KUHP.

Dalam perkara pembunuhan tersebut terdakwa dituntut dengan hukuman 19 tahun penjara.

Selain itu, pihaknya selaku penuntut umum juga menuntut agar terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana seperti ketentuan Pasal 340 KUHP.

Baca juga: Pagu Anggaran Rp26 Miliar, Pusat Setujui Pembangunan Pabrik Pengolah Porang di Tabanan

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Tabanan
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved