Breaking News:

Berita Klungkung

Kontrak PGDS Berakhir, Dokter Mundur, RS Gema Santi Nusa Penida Tunggu Bantuan Spesialis Kandungan

"Dokter spesialis yang kontrak provinsi mundur, mungkin karena gajinya relatif kecil. Sementara kalau PGDS memang masa kontrak kerjanya sudah berakhir

Istimewa
Pelayanan di Poliklinik kebidanan di RSUD Gema Santi Nusa Penida, Klungkung, Bali, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Masa kontrak dokter spesialis kandungan dari PGDS (Pendayagunaan Dokter Spesialis) di RS Gema Santi, Nusa Penida berakhir hari ini, Selasa 30 November 2021.

Agar tetap dapat memberikan pelayanan kepada para ibu hamil di Nusa Penida, pihak RS Gema Santi masih menunggu dokter spesialis kandungan di RSUD Klungkung yang rencananya akan ditugaskan di Nusa Penida.

Direktur RSUD Gema Santi Nusa Penida dr I Ketut Rai Sutapa menjelaskan, dokter spesialis dari program PGDS Kementerian Kesehatan  sudah melewati masa tugas di RS Gema Santi selama setahun, yakni dari 1 Desember 2020 sampai dengan 30 November 2021.

Baca juga: Tertibkan Pengamen Berbusana Adat, Satpol PP Klungkung Harus Ganti Mobil

Sementara dokter spesialis kandungan dari tenaga kontrak Provinsi Bali juga mengundurkan diri per 1 Desember.

"Dokter spesialis yang kontrak provinsi mundur, mungkin karena gajinya relatif kecil. Sementara kalau PGDS memang masa kontrak kerjanya sudah berakhir," ungkap Rai Sutapa, Selasa 30 November 2021.

Ia menjelaskan PGDS merupakan program dari Kementrian Kesehatan, yang diperuntukan bagi dokter spesialis yang baru menuntaskan masa pendidikannya.

Pihak RS Gema Santi sebenarnya telah mengajukan usulan PGDS baru per Desember 2021, namun tidak mendapat formasi.

Baca juga: Galian C Liar Masih Terjadi di Nusa Penida, Dewan Klungkung: Kita Kecolongan Besar

" Kalau dulu sebenarnya PGDS itu wajib bagi dokter spesialis yang baru menyelesaikan pendidikan, kalau sekarang tidak wajib. Dokter spesialis boleh memilih mau PDGS atau tidak."

"Sehingga kami juga berupaya dengan daerah, tahun depan menaikkan insentif PDGS dari Rp6,7 juta menjadi Rp15 juta, sehingga dokter spesialis tertarik ambil PGDS di Nusa Penida," ungkap Rai Sutapa.

Mengantisipasi kekosongan dokter spesialis kandungan, pihak RS Gema Santi telah  berkoordinasi dengan Sekda dan Kadis Kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved