Breaking News:

Berita Jembrana

BREAKING NEWS Tujuh Pemancing Asal Banyuwangi Tenggelam di Selat Bali

Tujuh orang pemancing asal Banyuwangi Jawa Timur, tenggelam di perairan selat Bali, Sabtu 04 Desember 2021, sekira pukul 14.00 Wita.

Satpolairud Polres Jembrana
Evakuasi sampan oleh Satpolairud Polres Jembrana, Sabtu 4 Desember 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Tujuh orang pemancing asal Banyuwangi Jawa Timur, tenggelam di perairan selat Bali, Sabtu 04 Desember 2021, sekira pukul 14.00 Wita.

Tujuh korban terombang-ambing dan berhasil diselamatkan di perairan Selat Bali wilayah Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya, Jembrana.

Kecelakaan laut dengan satu unit Sampan nelayan terbalik saat memancing ikan dengan posisi dari pinggir pantai kurang lebih 300 meter dari bibir pantai dengan Kordinat E.114°.25'.21,77"  S.8°10'.6 35".

Kasatpolair Polres Jembrana, AKP I Putu Raka Wiratma mengatakan, tujuh orang Banyuwangi itu ialah A'an Nur Hakiky, 29 tahun, Aria Kusuma Samsu, 31 tahun, Dwi Jatmiko, 29 tahun, Ahmad Novi Handoko, 31 tahun, Arif Wahyudi, 31 tahun, Hariyanto, 56 tahun dan Haryono 55 tahun.

Ke tujuh penumpang sampan, yakni lima pemancing satu kru dan nakhoda sampan selamat.

Semua penumpang kapal dalam kondisi sehat.

Baca juga: SISI LAIN Tragedi Susur Sungai Berujung Maut: Ada Kejadian Tak Lazim hingga Teriakan Para Pemancing

Baca juga: Kronologis Pemancing Ketut Sadiana Terseret Ombak di Bugbug, Saksi Tiba-tiba Lihat Mayat Mengapung

Baca juga: Seorang Pemancing Terseret Ombak di Perairan Bugbug Karangasem Ditemukan Meninggal

Baca juga: Seekor Buaya Muara yang Sempat Meresahkan Para Pemancing di Gianyar Ditemukan Mati

“Ke tujuh penumpang baik penumpang dan nakhoda dan kru semuanya selamat,” ucapnya Sabtu 4 Desember 2021.

Dijelaskannya, awal kejadian sendiri terjadi pada Sabtu 04 Desember 2021, sekira pukul 08.00 Wita, ketujuh korban dengan 1 unit sampan Hani Adiatia, pergi melaut dari pesisir pantai boom, Banyuwangi Jawa Timur dengan tujuan memancing ikan di perairan selat Bali.

Kemudian, sekira pukul 14.00 Wita, di perairan selat bali korban, A'an Nurhakiky sedang strike atau menarik ikan.

Malangnya, korban yang lain penasaran dan melihat ikan di lambung sebelah kiri sampan.

Sehingga mengakibatkan sampan miring ke kiri dan terbalik. 

“Dari kejadian ini ke tujuh korban jatuh ke laut, dan segera mendapat pertolongan oleh warga nelayan Gilimanuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa perahu yang berukuran panjang 9 meter dalam keadaan katir bagian kiri (penyeimbang) patah, serta peralatan menangkap ikan dan perlengkapan lain hilang.

Dengan Kejadian tersebut Anggota Sat Polairud Gilimanuk dengan menggunakan K.P XI - 2006 Tanjung Rening dengan Komandan Kapal Bipka I Kade Suantaka  berserta anggota dan Nelayan melakukan Pertolongan kepada Korban dan melakukan evakuasi terhadap Sampan yang selanjutnya di bawa pinggir Pantai.

Baca juga: Pemancing Jatuh dari Tebing Water Blow Nusa Dua, Basarnas Kembali Lakukan Pencarian 

Baca juga: Pencarian 3 Pemancing Yang Hilang di Pantai Mimba Karangasem Bali Dihentikan Sementara

“Kerugian materiil yang diakibatkan kejadian sebesar Rp 7.000.000. Selanjutnya sekira pukul 17.30 Wita, lima penumpang atau pemancingdiizinkan pulang ke Banyuwangi dengan naik KMP Gilimanuk I. Sedangkan untuk dua orang yang merupakan nakhoda dan kru sampan masih menjaga sampannya di pesisir pantai di Gilimanuk,” bebernya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved