Breaking News:

Berita Bangli

Dua Hari Uji Petik, Bawaslu Bangli Temukan Sampling Data Pemilih Telah Beralih Status Jadi TNI/Polri

Salah satu daerah yang melakukan Uji Petik Daftar Pemilih Berkelanjutan adalah Bawaslu Bangli

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
Bawaslu Bangli
Proses Uji Petik Data Pemilih Berkelanjutan yang dilakukan Bawaslu Bangli pada Kamis 2 Desember 2021 hingga Jumat 3 Desember 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemilu 2024 masih jauh di depan mata, tetapi berbagai persiapan sudah mulai dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. 

Salah satunya dengan melakukan Uji Petik Daftar Pemilih Berkelanjutan di Bali.

Salah satu daerah yang melakukan Uji Petik Daftar Pemilih Berkelanjutan adalah Bawaslu Bangli

Ketua Bawaslu Bangli I Nengah Muliarta mengatakan, kegiatan uji petik yang dilakukan Bawaslu bertujuan untuk memperbaharui data pemilih, seperti menambahkan pemilih baru yang belum terdaftar.

Kemudian, mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat, seperti telah meninggal dunia, beralih status dari penduduk sipil menjadi anggota TNI/Polri dan sebaliknya.

Baca juga: Gelar Apel Siaga, Bawaslu Bangli Mantapkan Pengawasan Politik Uang, Berita Hoaks dan Isu SARA

Termasuk yang beralih status kewarganegaraan dari WNI menjadi WNA dan memperbaharui elemen pemilih data secara berkelanjutan.

"Pada dasarnya kegiatan uji petik ini dilakukan untuk memastikan kebenaran data pemilih yang dilakukan secara berkala.

Kegiatan ini demi terwujudnya daftar pemilih yang akurat," kata anggota Bawaslu Kabupaten Bangli I Nengah Muliarta, Jumat 3 Desember 2021.

Muliarta mengatakan, dalam kegiatan uji petik ini Bawaslu Bangli telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak kelurahan/desa yang ada di Kabupaten Bangli

Dimana kegiatan ini telah dilakukan pada Kamis 2 Desember 2021 hingga Jumat 3 Desember 2021.

Adapun hasil kegiatan uji petik selama dua hari ini ditemukan beberapa masyarakat sipil yang telah beralih status menjadi TNI/Polri. 

"Dengan demikian, otomatis masyarakat yang bersangkutan harus dicoret dari daftar pemilih dikarenakan TNI/Polri tidak memiliki hak pilih.

Dengan ini juga dipastikan bahwa data pemilih yang diberikan KPU Bangli telah sesuai dengan fakta di lapangan," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved