Breaking News:

Buleleng

Warga Disabilitas Buleleng Keluhkan Beberapa Ruang Publik Belum Ramah untuk Disabilitas

Warga Disabilitas Buleleng Keluhkan Beberapa Ruang Publik Belum Ramah Untuk Disabilitas

Foto: Ratu Ayu Astri Desiani
Dinas Sosial Buleleng saat melaksanakan kopi darat bersama sejumlah warga disabilitas, Minggu (5/12) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga disabilitas yang ada di Buleleng menuntut pemerintah untuk melengkapi ruang-ruang publik dengan sarana yang ramah untuk para disabilitas.

Hal tersebut mereka sampaikan saat mengikuti kegiatan Kopi Darat bersama Dinas Sosial Buleleng, pada Minggu 5 Desember 2021 di Lapangan Ngurah Rai Singaraja.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kabupaten Buleleng, Made Budiarta mengatakan beberapa ruang publik yang ada di Buleleng belum ramah untuk disabilitas.

Khususnya untuk pengguna kursi roda.

Padahal penyandang disabilitas juga ingin mencari hiburan dan udara segar, dengan berkunjung ke Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Para penyandang disabilitas juga ingin mencari hiburan, tapi terkendala karena tidak ada akses yang ramah untuk kami," keluhnya.

Sementara terkait bantuan dan pemberdayaan Made Budiarta mengaku sudah diberikan oleh pemerintah melalui Dinas Sosial Buleleng.

"Kami yang bergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kabupaten Buleleng juga sudah diberikan bantuan modal usaha. Jumlah anggotanya memang hanya 50 orang. Sementara warga disabilitas yang ada di Buleleng mencapai 5.000an orang," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Buleleng, Putu Kariaman Putra tidak menampik baru RTH Bung Karno yang sudah dirancang ramah untuk para warga disabilitas.

Padahal Buleleng sendiri telah memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Untuk itu, Kariaman pun mengaku akan segera mengeluarkan Surat Edaran dan akan berkoordinasi dengan PUTR, agar mempersiapkan dan memenuhi kebutuhan warga Disabilitas, sebagaimana diatur dalam Perda tersebut.

"Pemenuhan sarana ramah disabilitas memang belum terlaksana penuh dan belum maksimal, khususnya di ruang terbuka hijau. RTH Bung Karno saat ini sedang dibuat untuk ramah bagi disabilitas," katanya.

Sementara terkait pemberdayaan untuk warga disabilitas, Kariaman menyebut pihaknya telah bekerjasama dengan Balai Disabilitas Mahatmiya Bali untuk memberikan pelatihan berupa barista, massage dan kerajinan tangan.

"Kami juga telah menyediakan tempat untuk para warga disabilitas berkarya dan bekerja di Loka Bina Karya Kalibukbuk. Hasil-hasil kerajinan dari warga disabilitas bisa dipamerkan disana, bekerjasama dengan Disdagperinkop dan Disnaker Buleleng," tutupnya. (rtu)

Baca juga: Resep Pokcoy Siram Udang, Menu Sayuran Sehat Cocok Untuk Sarapan Keluarga Esok Pagi

Baca juga: Hasil BWF World Tour Finals: Kalah dari Pasangan Jepang, Ini Komentar Marcus/Kevin

Baca juga: Arema FC vs Bali United, Berikut Komentar Ricky Fajrin Perihal Striker Ganas Carlos Fortes

Berita Buleleng Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved