Breaking News:

Rodiah yang Renta Hanya Bisa Menangis, Dipolisikan 5 Anaknya Soal Warisan: "Sakit Perasaan Saya"

Kelima anak itu melaporkan perempuan yang melahirkan dan membesarkan mereka dengan tudingan sang ibu melakukan penggelapan.

Editor: Bambang Wiyono
Warta Kota/Rangga Baskoro
Rodiah, ibu lansia yang dipolisikan lima anaknya karena tanah warisan. 

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI - Rodiah yang sudah renta karena berusia 72 tahun tak kuasa menahan tangis karena dilaporkan ke Polres Metro Bekasi oleh lima anak kandungnya terkait masalah warisan.

Kasus ini membuah geger warga Kampung Gudang Huut, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dimana Rodiah tinggal.

Kelima anak itu melaporkan perempuan yang melahirkan dan membesarkan mereka tersebut dengan tudingan sang ibu melakukan penggelapan.

Dikutip Antara, Kamis (2/12/2021), Rodiah mengaku sakit hati sudah dilaporkan oleh lima anaknya ke polisi.

"Sakit (perasaan) saya...Sonya (anak pertama Rodiah), melaporkan ibu ke Mabes, ke Polda, dan terakhir ke Polres. Katanya ibu gadaikan tanah sebesar Rp 500 juta," kata Rodiah.

Polisi kemudian menindaklanjuti laporan tersebut. Rodiah yang didampingi tiga anaknya yang lain pun diperiksa di Polres Metro Bekasi, Senin (29/11/2021).

Rodiah mendatangi kantor polisi dengan menggunakan kursi roda karena kedua kakinya lumpuh akibat stroke.

Ia tidak menyangka anak kandung yang telah ia besarkan itu melaporkannya ke polisi hanya karena ingin warisan.

Rodiah dilaporkan kelima anaknya karena dituduh menggadaikan sertifikat tanah seluas 9.000 meter persegi.

Selain dilaporkan ke polisi, Rodiah juga mengaku sering diteror dan dipaksa tanda tangan oleh kelima anaknya itu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved