Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Saksi Kunci Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Jalani Tes Psikologi, Ini Kata Kuasa Hukum

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang masih terus didalami oleh kepolisian untuk mengungkap dan menangkap siapa sosok pelaku sebenarnya

Editor: Harun Ar Rasyid
Tangkap layar Kanal Youtube/Yahya Mohammed
Danu emosional saat ditanya harapan agar kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang segera terungkap 

TRIBUN-BALI.COM – Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang masih terus didalami oleh kepolisian untuk mengungkap dan menangkap siapa sosok pelaku sebenarnya.

Terhitung sudah 120 hari atau empat bulan pasca ditemukannya Tuti Suhartini 55 tahun dan Amalia Mustika Ratu 23 tahun ditemukan tak bernyawa dan polisi telah mengorek keterangan sejumlah saksi.

Di antara saksi kasus pembunuhan Subang yang didalami keterangannya adalah sosok Muhamad Ramdanu alias Danu 21 tahun, keponakan dari korban bernama Tuti Suhartini.

Sebagaimana diketahui pihak kepolisian telah memanggil Danu pada Selasa 7 Desember kemarin, namun bukan untuk memintai keterangan, ia diminta datang untuk jalani tes psikologi atau tes kejiwaan.

Saat menjalani tes kejiwaan tersebut, Danu turut pula ditemani oleh kedua orang tuanya serta sejumlah sanak keluarganya.

"Memang orangtua Danu atau keluarganya tidak ikut di BAP, mereka hanya mendampingi dalam agenda pemanggilan tes psikologis hari ini," kata kuasa hukum Danu, Achmad Taufan, dikutip Tribun Bali via Tribun Jabar Selasa 7 Desember 2021.

Danu didampingi pengacaranya di Mapolres Subang.
Danu didampingi pengacaranya di Mapolres Subang. (Kolase TribunJabar.id)

Danu disebut-sebut menjadi satu di antara saksi kunci kasus perampasan nyawa ibu dan anak, Tuti dan Amalia yang ditemukan dalam mobil mewah Alpard.

Kepada Tribun Jabar, Danu menjelaskan kronologis ia menerobos garis polisi dan membersihkan bak mandi di lokasi kejadian.

Sekira pukul 12.00 WIB pada 19 Agustus 2021, Danu beranjak ke TKP, rumah Tuti dan Amalia.

"Siang sekira jam 12-an waktu itu, saya ke TKP disuruh sama keluarga untuk jagain TKP," ujar Danu.

Selepas berada di TKP, ia pun berdiam di SMA Negeri Jalancagak tepat di depan TKP.

Saat itu, ia melihat seorang yang diam di TKP, tanpa pikir panjang ia pun mendatangi orang tersebut.

"Saya samperin karena saya udah dapet amanat dari keluarga buat ngejaga di TKP," katanya.

Danu mengira bahwa orang tersebut adalah anggota kepolisian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved