Virus Corona

Peneliti Jepang Ungkap Varian Omicron 4 Kali Lebih Bahaya dari Delta, Efektivitas Vaksin Hanya 20%

Tim Peneliti Jepang mengungkapkan bila varian baru virus Corona (Covid-19) Omicron memiliki bahaya empat kali lebih besar ketimbang varian Delta.

Pixabay
Ilustrasi covid Varian Omicron 

TRIBUN-BALI.COM – Tim Peneliti Jepang mengungkapkan bila varian baru virus Corona (Covid-19) Omicron memiliki bahaya empa kali lebih besar ketimbang varian Delta.

Hal tersebut berdasarkan hasil Analisa tim peneliti Jepang yang dipimpin oleh Profesor Hiroshi Nishiura dari Universitas Kyoto.

Menurut penelitian mereka, muatan baru strain Omicron  mudah menginfeksi kembali, bahkan bagi orang yang telah divaksinasi ataupun pernah terinfeksi varian lain sebelumnya.

"Penyebaran Omicron sangat cepat dan kekuatannya 4 kali lipat dari Delta serta kekebalan tubuh yang telah divaksin pun turun menjadi 20 persen," ungkap Profesor Hiroshi Nishiura, Rabu, 8 Desember 2021 dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Penelitian Jepang: Omicron Lebih Kuat 4 Kali Lipat dari Delta, Kekebalan Vaksin Hanya 20 Persen.

Tim peneliti Profesor Nishiura pun telah mengunggah momentum perluasan strain Omicron tersebut di situs web yang mendaftarkan terkait informasi genetic virus Corona Baru.

Situs tersebut pun telah melaporkan lebih dari 200 data terkait strain dari Afrika Selatan antara bulan September hingga akhir November 2021.

Berdasarkan rapat antara ahli  Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang pada 8 Desember 2021 mengungkapkan bila angka  reproduksi efektif yang menunjukkan berapa banyak orang yang menyebarkan infeksi adalah dengan kekuatan 4,2 kali lipat dari strain Delta, terutama di Gauteng dimana strain Omicron tersebar luas.

Profesor Hiroshi Nishiura pun menyimpulkan meskipun data tersebut bisa dikoreksi, tingkat bahaya dari strain Omicron tetap tinggi ketimbang varian lainnya.

“Artinya meskipun bias data dikoreksi, setidaknya dua kali lipat," ujarnya.

Baca juga: UPDATE: Kemenkes Sebut Tidak Benar 4 Warga Jakarta Terpapar Omicron

Prof Hiroshi Nishiura, anggota tim peneliti penyakit menular virus corona Kementerian Kesehatan Jepang dan dosen Universitas Hokkaido.
Prof Hiroshi Nishiura, anggota tim peneliti penyakit menular virus corona Kementerian Kesehatan Jepang dan dosen Universitas Hokkaido. (Foto Richard Susilo vi Tribunnews.com)

Jumlah nilai di atas pun berdasarkan perbandingan antar strain Delta yang mengalami penurunan dan Strain Omicron yang meningkat pesat.

Lebih lanjut, sejauh ini, infektivasi dari strain Omicron belum diketahui.

Kekebalan Vaksin Hanya 20 Persen

Berdasarkan hasil Analisa dari masyarakat Afrika Selatan yang telah melakukan vaksinasi, tim peneliti mengungkapkan bila efektivitas vaksin terhadap varian Omicron hanya sekitar 20 persen.

Hal ini dapat berkembang pesat akibat infeksi ylang yang telah melewati kekebalan tubuh.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved