Tips Kesehatan

Digunakan 95% Perempuan Indonesia, Ini Dampak Negatif Pembalut Sekali Pakai

Praktis dan mudah didapatkan, banyak perempuan yang menggunakan pembalut sekali pakai ketika menstruasi

SEHATNEGERIKU.COM
Ilustrasi pembalut. Praktis dan mudah didapatkan, banyak perempuan yang menggunakan pembalut sekali pakai ketika menstruasi, ternyata ada dampak negatifnya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Praktis dan mudah didapatkan, banyak perempuan yang menggunakan pembalut sekali pakai ketika tamu bulanan sedang datang.

Namun ternyata penggunaan pembalut sekali pakai banyak menimbulkan dampak negatif, baik pada kesehatan dan lingkungan sekitar.

Tungga Dewi selaku Co-Founder Perfect Fit memberikan penjelasan berapa banyak perempuan di Indonesia yang menggunakan pembalut sekali pakai. 

"Jadi di Perfect Fit ini kita fokus ke dua hal, yakni edukasi menstruasi pada perempuan dan laki-laki, yang kedua kita berikan alternatif produk menstruasi yang ramah lingkungan.

Baca juga: Edukasi Tentang Menstruasi, Tungga Dewi: Banyak Hal Tabu Ketika Perempuan Haid

Jumlah perempuan indonesia yang menggunakan pembalut sekali pakai sejumlah 95 persen dari riset," ungkapnya pada, Kamis 9 Desember 2021. 

Alasan penggunaan pembalut sekali pakai cukup tinggi karena harganya yang murah, mudah didapatkan dan banyak juga yang menggunakan.

Padahal pembalut sekali pakai mengandung pemutih yang tentunya berbahaya jika digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Menurut riset dari Yayasan Lingkungan Konsumen Indonesia (YLKI), mayoritas pembalut sekali pakai mengandung klorin atau pemutih.

Menurut studi WHO mengatakan, kontak terus-menerus terhadap klorin dapat menyebabkan hal-hal yang kurang baik terhadap alat kelamin atau vagina.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved