Breaking News:

Berita Tabanan

Kasus Pencurian Piranti Gong di Tabanan Masih Buram, Polisi Telusuri Penampungan Barang Curian

Polsek Marga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa pencurian perangkat gong baleganjur yang terjadi di Pura Luhur Pucak Paruman,

Tribun Bali/Made PRasetya Aryawan
Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Aji Yoga Sekar saat memberikan keterangan di Polres Tabanan, Kamis 9 Desember 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satuan Reskrim Polres Tabanan bersama Polsek Marga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa pencurian perangkat gong baleganjur yang terjadi di Pura Luhur Pucak Paruman, Banjar Adat Bantannyuh, Desa Batannyuh, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Selasa 7 Desember 2021 lalu.

Terbaru, pihak kepolisian masih menelusuri dugaan komplotan pencurian yang dilakukan di tempat suci serta mencari tempat penampungan barang curian seperti gong tersebut. 

"Sejak adanya peristiwa pencurian tersebut, kami tetap back up tim dari Polsek Marga," jelas Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Aji Yoga Sekar saat dikonfirmasi. 

Menurut AKP Yoga Sekar, sementara ini pihaknya bersama jajaran sedang melakukan penyelidikan. Jika lebih rinci adalah sedsng mencari arah barang-barang curian di tempat suci yakni Pura tersebut mengingat kejadian serupa terjadi beberapa kali di Tabanan. 

"Kami tetap back up (Polsek). Sementara kita masih mencari kemana arah barang-barang hasil curian tersebut," ungkapnya. 

Baca juga: Terekam Kamera CCTV, Seorang Pria di Denpasar Melakukan Aksi Pencurian Warung Makan

Baca juga: Marak Kasus Pencurian Laptop di Sekolah, Disdikpora Badung Minta Sekolah untuk Antisipasi Sejak Dini

Disinggung mengenai apakah ada dugaan pelaku yang sama dengan kasus pencurian gong di Kecamatan Kediri beberapa waktu lalu, mantan Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat ini menyatakan untuk sementara masih didalami.

Namun, sejauh ini masih belum ada gambar yang jelas alias kabur. 

"Sementara belum bisa memastikan apakah pelakunya sama atau tidak antara pelaku di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Marga kemarin tersebut," katanya. 

Dia mengharapkan, seluruh elemen masyarakat juga diharapkan untuk berpartisipasi dalam hal menjaga keamanan.

Dengan kondisi saat itu, kemungkinan untuk pintu Pura yang belum dikunci harap dikunci, kemudian jika ada tempat penyimpanan yang masih belum digembok harap digembok.

"Kami harap elemen masyarakat kedepannya juga turut serta untuk menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. Mungkin bisa mengaktifkan patroli kemudian juga untuk pintu yang belum dikunci harap dikunci, dan untuk yang belum digembok kami harap digembok juga," harapnya. 

Untuk diketahui, peristiwa pembobolan sebuah tempat suci yakni Pura di Kabupaten Kembali terjadi. Sejumlah perangkat gong baleganjur di Pura Luhur Pucak Paruman, Banjar Adat Bantannyuh, Desa Batannyuh, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga digondol maling. 18 piranti gong baleganjur milik pengempon pura tersebut raib digondol maling dan baru diketahui Selasa 7 Desember 2021 sore.

Baca juga: Kasus Pencurian di SD No 2 Sading Badung, Pencuri Naik Lewat Plafon dan Sisakan Jejak Kaki

Baca juga: Kasus Pencurian Sapi, Kapolres Jembrana Dekati Peternak, Minta Tak Lepas Liarkan

Pihak kepolisian pun mengaku sudah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

Dan hasil koordinasi Polsek Marga dengan pihak Desa Adat Belayu serta pengempon pura, polisi meminta pihak Desa Adat untuk memasang alat perekaman CCTV di setiap pura yang ada.

Sebab, keberadaan CCTV akan sangat membantu untuk mengetahui ciri pelaku dan juga aktivitas yang terjadi di lingkungan tempat suci di Bali ini.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa kehilangan piranti gong baleganjur di Pura Luhur Pucak paruman, Banjar Adat Bantannyuh, Desa Batannyuh, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga baru diketahui Selasa 7 Desember 2021 sore kemarin sekitar pukul 17.00 Wita.

Peristiwa itu bermula saat serang saksi bernama I Made Puja (80) mempunyai tugas rutin mematikan lampu di Pura tersebut datang ke pura untuk mematikan lampu.

Saat itu, saksi I Made Puja ini mendapati 2 pintu gudang Penyimpenan yang terletak di pelataran Jaba tengah Pura terbuka paksa, setelah dicek ke dalam gudang tidak ada barang yang hilang.

Karena merasa aman, saksi tersebut kemudian pulang ke rumahnya.

Sore harinya, saksi lain I Wayan Kasna (65) yang bertugas rutin untuk menghidupkan lampu di Pura datang ke pura untuk menghidupkan lampu.

Namun, ia merasa ada yang janggal karena melihat keadaan dua pintu gudang terbuka.

Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Pencurian Motor di Denpasar, Tersangka Ternyata Residivis & Pernah Dibui 8 Bulan

Baca juga: Lupa Cabut Kunci Motor, Guru PAUD di Kuta Badung Ini Menjadi Korban Pencurian Sepeda Motor

Saksi kemudian mengecek ke Jeroan yakni utama mandala Pura Luhur Pucak Paruman dan ternyata mendapati alat Pemukul Gamelan yang seharusnya tersimpan dalam peti bersama dengan gamelan justru tercecer di lantai Sambyangan.

Melihat hal itu, saksi kemudian melanjutkan pengecekan ke dalam peti yang sejak awal memang tidak terkunci.

Alhasil, beberapa gambelan hilang digondol maling.

Setelah dilakukan pengecekan ulang, total ada 18 piranti gong baleganjur yang hilang.

Diantaranya 8 buah Reong, 2 buah Ponggang, 1 buah Tawa tawa, 1 buah Klenang, 6,5 Set Ceng Ceng tersisa 1,5 Set Ceng Ceng.

Tak hanya itu, kabel penerangan di Pura Luhur Pucak Paruman juga dirusak dan terlepas.

Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan para pengempon Pura Luhur Pucak Paruman tersebut menderita kerugian material hingga Rp 40 Juta lebih.

Pasca kejadian tersebut pihak pengempon juga sudah melaporkannya ke Polsek Marga untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved