Breaking News:

Dr Aqua Dwipayana: Pegawai Rutan Harus Meniatkan Diri Bekerja Sebagai Ibadah

Sharing Komunikasi dan Motivasi di Rutan Kelas IIB Negara itu bertajuk "Mengawal Proyek Perubahan dalam rangka Membangun Manusia Mandiri menuju

Istimewa
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana saat Sharing Komunikasi dan Motivasi di Rutan Kelas IIB Negara pada Senin (6/12/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Melayani semua warga binaan merupakan pekerjaan yang sangat mulia apalagi dalam suasana pandemi Covid-19 ini. Untuk itu agar melakukannya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, semua pegawai di setiap Rumah Tahanan (Rutan) harus meniatkan  seluruh aktivitasnya ibadah, hanya mengharapkan balasan dari Tuhan.

Demikian disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana saat Sharing Komunikasi dan Motivasi pada Senin (6/12/2021). Dr Aqua untuk kesekian kalinya kembali hadir bersama putra bungsunya, Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana yang belakangan juga semakin getol memberikan pemaparan dan sharing mengikuti jejak ayahandanya.

Ero, panggilan akrab Savero Karamiveta Dwipayana, selain berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) juga Tim Komunikasi Publik Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Keduanya tampil kompak dan impresif di hadapan para warga binaan, setelah sukses melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi para pegawai Trimurti Group di Hotel Grand Mercure Malang Mirama pada Sabtu (4/12/2021). Juga kegiatan tampil bicara bersama dalam "satu panggung" sudah sering mereka lakukan berdua.

Baca juga: FIB Unud Menjalin Kerja Sama di Jembrana, Berikan Informasi Mengenai Program Studi

Selain Kepala Rutan Bambang Hendra Setyawan, juga hadir dalam acara tersebut jajarannya dan para warga binaan. Jumlahnya mencapai puluhan orang.

Sharing Komunikasi dan Motivasi di Rutan Kelas IIB Negara itu bertajuk "Mengawal Proyek Perubahan dalam rangka Membangun Manusia Mandiri menuju Pemasyarakatan semakin PASTI".

Maksud proyek perubahan itu adalah perubahan pola pikir (mindset) pembina atau pegawai dari paradigma ingin dilayani diubah menjadi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Sedangkan pola pikir yang dibina dari berbuat salah dan tidak baik menjadi insaf dan tobat dari setiap salah atau khilaf. Khusus mindset masyarakat dari memberi stigma negatif kepada warga binaan menjadi peduli dan mendukung perubahan ke arah yang lebih baik.

Sedangkan Slogan 'Kami PASTI' yang merupakan akronim dari 'Kami Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif' diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) untuk berupaya optimal dalam pencapaian tujuan organisasi. Hal ini sudah digaungkan sejak sekitar enam tahun lalu.

Doktor komunikasi dari Fikom Universitas Padjadjaran itu mengatakan, semua warga binaan yang masuk ke lapas atau rutan dalam kondisi bermasalah.

“Oleh karena itu, jadikanlah mereka sebagai keluarga dan layani dengan sebaik-baiknya agar mereka betah selama di Rutan ini. Saat masuk ke sini mereka dalam kondisi ‘hitam’ karena berbagai masalah. Selama di sini proses jadi ‘abu-abu’. Setelah di luar agar kembali ‘putih’. Semua petugas Rutan turut menentukan keberhasilan pembinaan mereka," ujar Dr Aqua yang menulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved