Ibu dan Bayinya Dibunuh dengan Sadis, Keluarga Protes ke Polisi, Kapolda NTT: Saya Sungguh-sungguh

Mayat ibu dan anak ditemukan di lokasi penggalian pipa proyek di Kelurahan Penkase Oeleta, Kota Kupang oleh operator alat berat.

Editor: Bambang Wiyono
KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif, mengunjungi kediaman orangtua korban pembunuhan Astri Manafe (30) dan anaknya Lael Maccabe (1), Jumat (10/12/21) sore. 

TRIBUN-BALI.COM, KUPANG - Mayat ibu dan anak ditemukan di lokasi penggalian pipa proyek SPAM di Kelurahan Penkase Oeleta, Kota Kupang oleh operator alat berat pada akhir Oktober 2021 lalu.

Hasil pemeriksaan barang bukti pakaian yang ditemukan di TKP dan hasil uji DNA serta hasil Labfor menyebutkan, kedua jenazah adalah Astri dan Lael.

Setelah teridentifikasi, polisi menyerahkan jenazah ke pihak keluarga, Kamis (25/11/2021) siang di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Sudah ada 24 saksi dari berbagai pihak yang telah dimintai keterangan.

Saksi yang diperiksa, adalah mereka yang bisa memberikan keterangan untuk pengungkapan kasus.

Seorang pria berinisial RB alias Randi (31), menyerahkan diri ke Polda NTT, Kamis (2/12/2021) siang sekitar pukul 12.00 Wita di Polda NTT.

Randi diantar kerabatnya yang juga anggota Polri.

Ia mengaku sebagai pelaku kasus pembunuhan terhadap Astri Evita Suprini Manafe alias Astri (30) dan anaknya Lael Marcabell alias Lael (1).

Dalam perkembangannya, keluarga Astri memprotes penerapan pasal terhadap Randi.

Penyidik Direktorat Reskrimum Polda NTT, menetapkan Pasal 338 KUHP terhadap Randy, yakni ancaman maksimal 15 tahun penjara untuk pelaku pembunuhan tidak berencana

Keluarga meminta polisi menerapkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang hukumannya bisa hukuman mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara.

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Lotharia Latif, saat bertandang ke rumah orangtua Astri, Jumat (10/12/2021), menyampaikan sejumlah hal.

Di antaranya terkait penerapan pasal terhadap pelaku Randi.

"Ketika kita menetapkan tersangka, harus ada pasal yang ditetapkan, akan tetapi pasal itu bukan sesuatu harga mati tergantung pengembangan nanti," ujar Lotharia, di hadapan ayah, ibu, kakak serta keluarga Astri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved