Breaking News:

Berita Bangli

TNI dan BPBD Latih Warga Desa Buahan Kintamani Tanggap Darurat Bencana

Puluhan warga Desa Buahan, Kintamani diberi pelatihan penanggulangan darurat bencana, Minggu (12/12). Pelatihan tersebut dilakukan oleh personel TNI,

foto:/ist
Suasana pelatihan kebencanaan di Kantor Desa Buahan, Kintamani. Minggu (12/12) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Puluhan warga Desa Buahan, Kintamani diberi pelatihan penanggulangan darurat bencana, Minggu (12/12). Pelatihan tersebut dilakukan oleh personel TNI, Polri dan BPBD Bangli.

Pendamping Desa Buahan, I Made Antara mengatakan total ada 36 orang dari satuan lintas masyarakat yang hadir mengikuti pelatihan di Kantor Desa Buahan. Seluruhnya merupakan warga Desa Buahan perwakilan dari masing-masing Banjar. "Yang dilatih ini usianya 30 hingga 50 tahun," ucapnya

Antara menjelaskan, digelarnya pelatihan ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, mengingat wilayah Desa Buahan masuk dalam zona rawan bencana. "Sekaligus sebagai upaya dari desa, agar ketika terjadi bencana kami bisa melakukan langkah dini. Sambil menunggu bantuan dari BPBD Bangli," jelasnya.

Diungkapkan pula, pelatihan digelar mulai dari pukul 08.00 Wita hingga 15.00 wita. Ada jenis pelatihannya mulai dari antisipasi pohon tumbang, pengenalan dan cara pengoperasian alat evakuasi kebencanaan, dan sebagainya.

"Sebelumnya kita sudah pernah mendapatkan simulasi bencana dari Polri, dan sekarang kita lakukan pelatihan lagi. Tahun depan kegiatan ini tentu akan berlanjut. Salah satu materinya mungkin evakuasi masyarakat dan pembentukan dapur umum," ucapnya.

Sementara itu, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Gde Putu Suwardana mengatakan Satlinmas harus diberikan keterampilan dan pengetahuan, sehingga dalam melaksanakan tugas lebih profesional dan proporsional. Minimal, Satlinmas harus mengetahui tentang kondisi alam di lingkungan sekitarnya.

"Dengan dilakukannya pelatihan hari ini, kami berharap Satlinmas di Desa Buahan lebih memahami peran dan fungsinya. Sehingga ada langkah cepat yang bisa dilakukan dari pihak desa ketika terjadi bencana. Tentunya upaya ini dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana," tandasnya. (mer)

Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Akan Dilakukan 24 Desember 2021 Mendatang, Badung Masih Tunggu Juknis

Baca juga: Seorang Ibu Lansia Tergolek Lima Hari Terkunci di Kontrakan, Selamat Meski Tubuh Lengket ke Lantai

Baca juga: Banyak Rotasi Pemain Timnas Indonesia Kala Tumbangkan Laos 5 -1, Ini Alasan Shin Tae-yong

Berita Bangli Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved