Breaking News:

Berita Kluingkung

Banjir di Nusa Penida Terparah Selama 25 Tahun Terakhir, Suwirta Dapati Adanya Pendangkalan Sungai

Setelah melakukan peninjauan ke lokasi bencana, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dapati sungai yang dilalui banjir sudah mengalami pendangkalan

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Air masih menggenangi sejumlah wilayah di Desa Ped, pasca terjangan banjir bandang di Nusa Penida, Senin (13/12/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Musibah banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Nusa Penida, Senin (13/12/2021) merupakan yang terparah selama 25 tahun terakhir.

Setelah melakukan peninjauan ke lokasi bencana, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dapati sungai yang dilalui banjir sudah mengalami pendangkalan.

Hal ini didapati Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat melakukan peninjauan ke Desa Suana.

Ia menelusuri sungai Karangsari yang sempat dilalui banjir bandang.

Baca juga: Pasca Diterjang Banjir Bandang,Status Transisi Pemulihan Darurat Ditetapkan di Nusa Penida Klungkung

" Berdasarkan informasi warga setempat, banjir kali ini yang terbesar selama kurun waktu 25 tahun terakhir. Dulu sempat banjir besar juga, tapi yang ini lebih besar," ungkap Suwirta.

Setelah melihat situasi sungai, ia pun menduga hal itu disebabkan karena alur sungai di hulu telah mengalami pandangkalan akibat material.

Ia menemui beberapa pihak yang membangun, justru membuang materialnya ke sungai yang biasanya hanya dialiri air saat musim penghujan.

Kerusakan besar juga terjadi, karena banyaknya warga yang membangun di bantaran sungai.

" Jadikan musibah ini sebagai pelajaran, saya ajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Sungai mati yang hanya teraliri air di musim penghujan, jangan diurug dengan material atau sampah," tegasnya.

Tetapkan Status Transisi Pemulihan Darurat

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved