Berita Bali

Menparekraf: Kepatuhan Warga dan Pengelola Usaha Parekraf di Bali Cukup Baik Dalam Penerapan Prokes

Walaupun, tahun ini tanpa kegiatan yang berlebihan pada malam tahun baru, mereka berharap kunjungan wisatawan domestik dapat naik 50 persen

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Tangkapan layar kegiatan weekly press briefing bersama Menparekraf Sandiaga Uno, Senin (13/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA - Dengan adanya perubahan kebijakan terkait perayaan Natal dan Tahun Baru, pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri telah menetapkan sejumlah Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Natal dan Tahun Baru.

Instruksi ini yang akan menjadi pedoman bagi para pelaku usaha parwisata dan tempat wisata dalam menjalankan aktivitasnya selama periode Nataru.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, Pemerintah Provinsi Bali sejauh ini masih merespons positif kebijakan pemerintah membatalkan rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat Natal dan tahun baru (Nataru) dan Instruksi Mendagri.

Walaupun, tahun ini tanpa kegiatan yang berlebihan pada malam tahun baru, mereka berharap kunjungan wisatawan domestik dapat naik 50 persen.

Baca juga: Pelaku Parekraf Keberatan RT-PCR Jadi Syarat Penerbangan, Sandiaga Uno: Akan Kita Pertimbangkan

“Bali menjadi destinasi favorit wisatawan nusantara, tercatat jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali meningkat 20 persen pada November 2021 dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Menparekraf, Sandiaga Uno pada Weekly Press Briefing, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (13 Desember 2021).

Ia menambahkan berdasarkan lalu lintas angkutan udara khusus penerbangan domestik, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali melayani keberangkatan 276.468 penumpang, dengan jumlah kedatangan 279.160 penumpang.

“Namun, untuk perjalanan selama periode Nataru hanya bisa dilakukan oleh pelaku perjalanan yang sudah tervaksinasi dosis lengkap. Bagi yang belum divaksin, tidak dibolehkan melakukan perjalanan,” tegas Menparekraf Sandiaga Uno.

Lebih lanjut Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan laporan dari pelaku pariwisata di Bali menjelang nataru hotel-hotel sudah penuh, bahkan hotel- hotel okupansinya sudah naik, itu baru dari wisatawan nusantara.

“Tentu dengan adanya pergerakan wisatawan dapat membantu memulihkan perekonomian yang ada di Bali,” imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Lalu bagaimana evaluasi penerapan aplikasi PeduliLindungi dan protokol kesehatan tempat wisata di Bali sejauh ini?

Menanggapi pertanyaan tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pada Inmendagri mengenai pengaturan PPKM yang saat ini diterbitkan setiap 2 minggu sekali, terdapat beberapa amanah yang diberikan kepada Kemenparekraf termasuk adanya pelaksanaan uji coba protokol kesehatan dan penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata tertentu pada wilayah PPKM Level 3.

Pelaksanaan uji coba di tempat wisata tertentu ini dilakukan karena seharusnya tempat wisata pada wilayah PPKM Level 3 tidak diperbolehkan buka.

Mengenai evaluasi penerapan aplikasi PeduliLindungi pada tempat wisata yang mengikuti uji coba termasuk di dalamnya juga adanya pengaturan mengenai protokol kesehatan secara umum berjalan dengan baik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved