Breaking News:

Berita Gianyar

Kepala BPBD Gianyar Minta Pemilik Truk Jatuh di Tukad Petanu Ubud Ganti Rugi Pembatas Jembatan

"Kami meminta agar pemilik truk atau perusahaan tempat sopir truk itu bekerja, agar bertanggung jawab, mengganti rugi kerusakan pembatas jurang.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
ist
Kondisi pembatas jurang Sungai Petanu, Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali sebelum dan sesudah rusak karena truk terperosok ke jurang 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kepala BPBD Gianyar, Bali, Ida Bagus Suamba meminta pemilik atau tempat sopir truk yang jatuh ke pinggir jembatan Sungai Petanu, Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali agar ganti rugi pembatas jurang yang rusak saat truk terperosok ke sungai, Selasa 14 Desember 2021.

Hal tersebut dikarenakan fasilitas pembatas jembatan dengan sungai tersebut bukan dibuat oleh pemerintah. 

Tapi dibuat oleh pemilik vila setempat, untuk mengantisipasi adanya korban jatuh ke sungai petanu. 

"Kami meminta agar pemilik truk atau perusahaan tempat sopir truk itu bekerja, agar bertanggung jawab, mengganti rugi kerusakan pembatas jurang tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 15 Desember 2021.

Gus Suamba pun menerangkan alasan pihak truk harus bertanggung jawab atas kerusakan pembatas jambatan yang terbuat dari besi tersebut.

Baca juga: Made Latra, Pecalang yang Selalu Berjaga di Jembatan Tukad Petanu, Temani Paranormal hingga Malam

Baca juga: Ketua DPRD Gianyar Terharu Lihat Warga Dan Dukun yang Tiap Hari Datang ke Jembatan Tukad Petanu

Baca juga: Sehari Tiga Dukun Datang, Bantu Pencarian Komang Ayu di Jembatan Tukad Petanu Gianyar

Kata dia, pemasangan besi dilakukan oleh pemilik vila yang ada di sana, karena prihatin melihat kerap ada korban jatuh ke Sungai Petanu.

Puncaknya adalah saat dua orang warga Siangan jatuh dan tewas di sana. 

"Di sana sering ada yang jatuh. Terakhir warga Siangan. Karena melihat korban jiwa inilah, pemilik vila di sana mengamankan daerah itu dengan memasang besi pengaman jurang atau besi pengaman sungai agar mengindari orang jatuh di sana," ujarnya.

"Kemarin ada truk bermuatan material, entah karena kehilangan kendali atau karena kerusakan teknis pada mobilnya, sehingga truk tergelincir, ditabrak lah besi pengaman yang disumbangkan pemilik vila sehingga ada sebagian yang hancur. Karena itu, kami berharap kepada pemilik sopir atau perusahaan tempat sopir itu bekera, untuk bertanggung jawab memperbaiki. Karena di sana rawan ada orang jatuh.

Lalu, untuk antisipasi, apakah perlu truk dilarang melintas di sana? 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved