Breaking News:

Sponsored Content

88 Wisudawan Dilepas pada Wisuda IX STAI Denpasar Bali, Berasal dari 3 Program Studi

Wisuda IX ini merupakan periode wisuda kedua dalam penerbitan Ijazah, Transkrip Akademik, dan SKPI berbasis KPT-KKNI.

Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Prosesi Wisuda ke IX STAI Denpasar, Kamis (16/12/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wisuda IX Periode Desember 2021 program studi sarjana S1 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar Bali digelar di Hotel Aston Denpasar.

Sebanyak 88 wisudawan yang terdiri dari 31 wisudawan ekonomi syariah, 34 wisudawan manajemen pendidikan islam, dan 23 wisudawan pendidikan agama islam dilepas hari ini, Kamis (16/12/2021).

Wisuda IX ini merupakan periode wisuda kedua dalam penerbitan Ijazah, Transkrip Akademik, dan SKPI berbasis KPT-KKNI.

STAI Denpasar Bali merupakan salah satu dari dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Bali yang menyelenggarakan tiga prodi jenjang S1 yakni Prodi Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Agama Islam.

Baca juga: STAI Denpasar Adakan Wisuda dengan Protokol Kesehatan Ketat 

Setidaknya sudah ada 521 wisudawan yang telah diwisuda oleh STAID sejak berdiri pada tahun 2008.

Wisuda ke IX STAID ini merupakan periode wisuda keenam untuk penerapan kewajiban bagi setiap wisudawan dalam mempublikasikan karya ilmiah atau naskah jurnal skripsi melalui jurnal STAI Denpasar.

Serta merupakan wisuda momentum akhir tahun STAID yang telah mendapatkan bantuan dari Diktis Kemenag RI.

Jumari S.P., M.Pd selaku Ketua STAI Denpasar mengatakan dengan diwisudanya mahasiswa mahasiswi bukan berarti, tantangan otomatis habis.

Tantangan selanjutnya, justru yang sesungguhnya, adalah bagaimana mereka dapat mengamalkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap demi kemajuan masyarakat.

"Tentu kami menyadari, bahwa sebagian di antara mereka telah mengampu pekerjaan sejak sebelum menyelesaikan studi atau segera setelah diyudisium. Namun tidak sedikit dari mereka, yang masih berpikir ke mana harus berkarya dan mengabdi setelah diwisuda hari ini.

Tantangan untuk berkarya dan mengabdi, bahkan bisa lebih berat daripada menyelesaikan studi mereka itu sendiri, lebih-lebih di tengah kondisi saat ini," kata Jumari saat ditemui Tribun Bali, Kamis (16/11/2021).(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved