Breaking News:

Berita Klungkung

Jebol Diterjang Banjir Bandang, Perumda Panca Mahottama Bangun Tanggul Darurat

Banjir bandang yang menerjang Nusa Penida menyebabkan tanggul di sumber mata air penida jebol.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Eka Mita Suputra
Pipa jaringan air bersih di Desa Ped pasca diterjang banjir bandang   

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Banjir bandang yang menerjang Nusa Penida menyebabkan tanggul di sumber mata air penida jebol.

Hal ini sempat menyebabkan gangguan layanan air bersih di beberapa desa di Nusa Penida, sehingga Perumda Panca Mahottama harus membuat tanggul darurat.

Baca juga: 2 Objek Wisata Rusak Parah, Dampak Musibah Banjir Bandang Nusa Penida, Kolam Temeling Amblas

Baca juga: Dampak Banjir Bandang Nusa Penida, Kolam Temeling Amblas dan Tertimbun Material

Dirut Perumda Panca Mahottama I Nyoman Renin menjelaskan, banjir bandang yang terjadi Senin dini hari 13 Desember 2021 lalu menyebabkan tanggul di sumber mata air penida jebol.

Dampaknya mengganggu layanan air bersih di 6 desa, yakni di Desa Sakti, Kampung Toya Pakeh, Desa Ped, Desa Kutampi, Desa Batununggul, dan Desa Suana dengan jumlah sekitar 5000 sambungan rumah.

Baca juga: Banjir di Nusa Penida Diperkirakan Sebabkan Kerugian Capai Rp 3,6 M, Dinsos Mulai Salurkan Bantuan 

Baca juga: Pasca Diterjang Banjir Bandang, Wisatawan Berharap Crystal Bay di Nusa Penida Kembali Ditata

"Selain sumber mata air yang keruh pasca diterjang banjir bandang, ada intik (tanggul) di sumber mata air Penida yang jebol," ungkap Nyoman Renin, Jumat, 17 Desember 2021. 

Sehari setelah bencana banjir bandang tersebut, penanganan langsung dilakukan dengan membuat tanggul darurat menggunakan karung pasir.

Setelah sumber mata air kembali jernih pasca banjir, air kembali mampu didistribusikan ke warga.

Hanya saja tekanan air dari sumber mata air Penida ini tidak optimal.

"Sebelumnya produksi sumber mata air Penida itu 30 liter per detik dengan tanggul darurat yang kami buat itu jadi produksinya tidak maksimal," jelasnya.

Dampaknya membuat layanan air bersih di Desa Suana belum normal.

Perumda Tirta Mahottama pun harus distribusi air bersih ke Desa Suana dengan menggunakan mobil tangki.

"Terkait tanggul yang jebol ini, kami buat perencanaan untuk melakukan perbaikan permanennya. Hal ini juga sudah kami koordinasikan dengan pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida dan itu sudah ditinjau," ungkap Renin.

Baca juga: Nusa Penida Kembali Diguyur Hujan, Warga Desa Ped Was-was Banjir Susulan

Baca juga: Pasca Diterjang Banjir Bandang, Wisatawan Berharap Crystal Bay di Nusa Penida Kembali Ditata

Selain tanggul sumber mata air Penida yang jebol, Perumda Tirta Mahottama juga harus melakukan perbaikan tiga titik jaringan di Desa Ped, satu titik di Desa Kutampi dan 2 titik jaringan di Desa Suana.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved