Berita Denpasar

Menparekraf Sandiaga: Kebijakan Visa Hingga Ketentuan Karantina Bagi Wisman di Bali Akan Dievaluasi

Guna melakukan evaluasi kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan Gubernur Bali

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
Zaenal Nur Arifin
Menparekraf didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali saat memberikan keterangan usai melakukan pertemuan, Jumat, 17 Desember 2021 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Lakukan evaluasi kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster serta Wakil Gubernur Bali Cok Ace, Jumat, 17 Desember 2021 siang.

Pertemuan dilakukan di rumah jabatan Gubernur Bali secara tertutup dan berlangsung selama hampir 30 menit.

Baca juga: Menparekraf: Kepatuhan Warga dan Pengelola Usaha Parekraf di Bali Cukup Baik Dalam Penerapan Prokes

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Jubir Kemhan Ingatkan Pentingnya Mematuhi Protokol Kesehatan

"Hari ini saya melakukan pembicaraan dengan Pak Gub dan Pak Wagub dalam rangka evaluasi terkait dengan keadaan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali," kata Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan keterangan usai melakukan pertemuan.

Pada pertemuan tersebut sejumlah kebijakan dievaluasi diantaranya seperti visa, penerbangan langsung, ketentuan karantina bagi wisman dan evaluasi pemilihan negara.

Baca juga: UPDATE: Jenazah I Nengah Yudi Ditemukan 15 Meter dari Lokasi Jatuh

Serta dibahas juga Bali yang diusulkan menjadi pelabuhan Bandara penerima karantina dan bagi pelaku perjalanan luar negeri.

"Ini semua akan kami bawakan pada rapat terbatas di tingkat lintas Kementerian dan Lembaga untuk dilaporkan kepada Bapak Presiden. Dan rencananya awal tahun setelah Nataru akan melakukan Rakor yang membahas khusus mengenai ini," jelas Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Jubir Kemhan Ingatkan Pentingnya Mematuhi Protokol Kesehatan

Menurutnya, dari data laporan yang dimiliki, minat untuk datang ke Bali terutama dari Eropa dan Australia sangat tinggi.

Dan bagaimana pihaknya mengkonversi minat ini menjadi kunjungan yang sesuai dengan keinginan membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, khususnya untuk membuka peluang kerja disini.

"Ada KTT G20 yang ternyata banyak sekali manfaatnya dari 150 lebih pertemuan yang akan diselenggarakan dan Bali jadi venue utama," tambah Menparekraf Sandiaga Uno.

"Dan kita akan menambah side event side event yang sudah tadi saya laporkan mulai dari world conference economic, world conference tourism day bulan September 2022 mendatang, juga ada event AVPN pada bulan Agustus 2022 mendatang dan beberapa kegiatan side event lainnya," imbuhnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved