Breaking News:

Berita Bangli

Dispar Ambil Alih Pungutan di Kintamani Bangli, Pasca Pencabutan Peraturan Bupati Terkait BUGG

Pemungutan retribusi di DTW Kintamani, Bangli, Bali, pada awal tahun 2022 akan kembali dikelola Disparbud Bangli

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadisparbud Bangli, I Wayan Sugiarta - Dispar Ambil Alih Pungutan di Kintamani Bangli, Pasca Pencabutan Peraturan Bupati Terkait BUGG 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemungutan retribusi di Daya Tarik Wisata (DTW) Kintamani, Bangli, Bali, pada awal tahun 2022 akan kembali dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli.

Dinas Pariwisata kini tengah bersiap melakukan rekrutmen petugas pungut.

Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Sugiarta tak menampik kembali mengelola DTW Kintamani.

Hal tersebut menyusul dicabutnya peraturan bupati (Perbup) tentang Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG).

Baca juga: Perbup BUGG Dicabut, Pungutan Retribusi DTW Kintamani Kini Ditangani Disparbud Bangli

"Dengan adanya pencabutan itu, secara otomatis DTW Kintamani kini kembali dikelola langsung Dinas Pariwisata," jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu 19 Desember 2021.

Untuk urusan pemungutan retribusi saat ini pihaknya sedang dalam berproses rekrutmen petugas.

Sesuai rencana Bupati Bangli, sebelum bertugas nantinya para petugas pungut akan diberikan pelatihan kepribadian kurang lebih sepekan.

"Beliau (Bupati) menginginkan kalau bisa awal tahun 2022 ini sudah dilakukan pemungutan (retribusi)," ucap mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah ini.

Ia menambahkan, sesuai informasi yang dia dapatkan, jumlah kebutuhan petugas pungut sebanyak 60 orang untuk delapan titik pemungutan.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk memastikan jumlah kebutuhan yang tepat.

"Dari yang sudah dilakukan oleh Badan Pengelola sebelumnya, kita akan lakukan kajian bagaimana kelebihan dan kekurangannya. Termasuk bagaimana pelayanannya seorang petugas pungut. Makanya itu pak bupati menginginkan, kedepan pengelolaan itu lebih profesional," jelasnya.

Baca juga: Jalur Kintamani-Singaraja Rawan, Kerap Terjadi Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Sugiarta menambahkan, rekrutmen petugas pungut diupayakan dalam waktu dekat.

Mengenai orang-orangnya, berdasarkan hasil pertemuan dengan tokoh masyarakat, diutamakan dari generasi muda dan berasal dari daerah sekitar.

"Yang jelas rekrutmennya sesegera mungkin, karena pergubnya sudah dicabut," tandasnya. (*).

Kumpulan Artikel Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved