Breaking News:

Berita Denpasar

Prajuru Desa Adat Kesiman Bubarkan Ritual Mistis untuk Konten Tanpa Izin di Padanggalak Denpasar

Viral di media sosial, sebuah ritual mistis yang digelar di Pura Melanting, kawasan Taman Festival Padanggalak, Kesiman, Denpasar, Bali, dibubarkan.

Ist/Bendesa Kesiman
Pembubaran ritual mistis di Pura Melanting kawasan Taman Festival Padanggalak, Denpasar, Bali, Minggu 19 Desember 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Viral di media sosial, sebuah ritual mistis yang digelar di Pura Melanting, kawasan Taman Festival Padanggalak, Kesiman, Denpasar, Bali, dibubarkan.

Pembubaran ini dilaksanakan oleh prajuru Desa Adat kesiman lantaran ritual tersebut dilakukan tanpa izin.

Dalam postingan yang beredar, terlihat ritual tersebut menggunakan watangan matah yang ditutupi kain putih yang dirajah.

Baca juga: Mural di Tukad Badung yang Divandal Akhirnya Dihapus Oleh Pemkot Denpasar, Pelaku Ditindak Tegas

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Bendesa Adat Kesiman, Jro Ketut Wisna mengatakan ritual tersebut dilakukan oleh salah satu perkumpulan di Bali.

Semua peserta ritual tersebut berasal dari luar Kesiman dan tak ada satupun warga Kesiman yang terlibat.

Pembubaran dilakukan pada Minggu, 19 Desember 2021 pukul 20.00 Wita.

“Memang ada semacam ritual nyalonarang dengan menggunakan wewatangan atau bangke matah, dan itu sangat berbahaya, apalagi ada seda raga,” kata Jro Wisna, Senin 20 November 2021 siang.

Jro Wisna menambahkan selain melakukan ritual mistis, kegiatan ini juga dikomersialkan atau digunakan untuk konten Youtube.

Baca juga: Proyek Jogging Track di Pantai Sanur Denpasar Tidak Rapi, Dewan: Estetikanya Kurang

Pura Melanting yang digunakan sebagai lokasi ritual ini berada di areal Taman Festival.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved