Berita Bali

Perumda Kerthi Bali Shanti Akan Dibentuk, Dewan Minta Dilibatkan dalam Seleksi Personalia

Untuk menggenjot PAD tersebut, eksekutif bersama legislatif berhasil menggolkan Raperda tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Penyelenggara Pariwisata

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 memukul sektor pariwisata yang menjadi nadi utama perekonomian Bali.

Hal ini pun ikut menganggu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali.

Untuk menggenjot PAD tersebut, eksekutif bersama legislatif berhasil menggolkan Raperda tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Penyelenggara Pariwisata Digital Budaya Bali.

“Sehingga digitalisasi di bidang pariwisata adalah gagasan cemerlang di masa industri 4.0,” jelas Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi, Selasa 21 Desember 2021.

Baca juga: Gelar Sidang Paripurna Terakhir di Tahun 2021, DPRD Bali Bahas Lima Raperda Sekaligus

Ia menyebutkan bahwa menyambut era industri 4.0 dibutuhkan pengeloaan pariwisata Bali yang berkualitas, inovatif dan professional yang berbasis teknologi informasi digital.

Hal ini sendiri menurutnya sejalan dengan Visi Pembangunan Daerah ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Salah satunya, dalam Raperda tersebut diamanahkan untuk membentuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kerthi Bali Shanti.

Perumda Kerthi Bali Shanti sendiri nantinya akan mengatur bisnis usaha pariwisata yang bergerak secara daring.

Sehingga penyelenggaraan pariwisata digital di Provinsi Bali dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan manfaat bagi masyarakat

“Kehadiran Perumda Kerthi Bali Santhi adalah langkah positif karena mengupayakan terobosan dan kreativitas dalam hal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Pendirian Perumda Kerthi Bali Santhi adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan untuk meningkatkan pendapatan provinsi,” imbuhnya.

Untuk memberikan manfaat yang besa bagi masyarakat dan pembangunan Bali secara sakala dan niskala, maka Perumda Kerthi Bali Santhi menurutnya wajib dikelola secara profesional sehingga memerlukan orang-orang yang kompeten.

Dalam menjalankan roda Perumda Kerthi Bali Shanti sehari-hari, maka diperlukan Dewan Pengawas sebagai bagian dari organ Perumda Kerthi Bali Santhi.

Karena pentingnya Dewan Pengawas yang bertugas melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan pengurusan perusahaan, maka siapa yang menjadi Dewan Pengawas juga harus dilakukan melalui seleksi.

“Begitu pula halnya dengan Direksi, sebagaimana tercantum dalam Pasal 34 yang ditegaskan adanya seleksi.

Baca juga: Peternak Mengadu ke Dewan, Anggota DPRD Bali akan Usulkan Perda Perlindungan Babi

Maka proses seleksi Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Kerthi Bali Santhi, hendaknya tidak hanya melibatkan tim atau lembaga profesional saja.

Tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) harus melibatkan Komisi di DPRD yang membidangi,” harap Kresna Budi. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved