Denpasar

Buang Limbah ke Sungai di Denpasar, Habibullah Didenda Rp1.5 Juta

Satpol PP Kota Denpasar menggelar sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri IA Denpasar.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
Foto Satpol PP Kota Denpasar
Sidang tindak pidana ringan atau Tipiring di Pengadilan Tipikor Denpasar pada Rabu, 22 Desember 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satpol PP Kota Denpasar menggelar sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri IA Denpasar.

Sidang Tipiring ini digelar pada Rabu, 22 Desember 2021 dengan hakim I Wayan Yasa dan panitera Ida Bagus Made Suarjana.

Dalam sidang ini dihadirkan seorang pelanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

Dimana yang bersangkutan membuang limbah ke aliran sungai.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pelanggar tersebut bernama Habibullah.

Sayoga menambahkan, pelanggar membuang limbah ke sungai di kawasan Desa Peguyangan Kaja.

“Ia dijatuhi Denda Rp 1.500.000 ditambah biaya perkara sidang Rp 5.000, dengan subsider kurungan selama 10 hari,” kata Sayoga.

Ia menambahkan, pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar perda.

“Sidak dan Tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan mensosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Satpol PP Kota Denpasar wajib menindaklanjutinya.

Baca juga: Aksi Penipuan Minta Pulsa di Kelurahan Kubu Bangli, Pelaku Mengaku sebagai Lurah

Baca juga: Viral Joki Vaksin Covid yang Mengaku Sudah 17 Kali Disuntik, Tubuhnya Bisa Berefek Seperti Ini

Baca juga: Pungut HP di Jalan Lalu Ganti Nomornya, Putu Sada Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

“Sidak dan penertiban ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, pelaksanaan sidang tipiring adalah untuk memberikan pembinaan dan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat,” katanya. (*)

Berita Denpasar Lainnya

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved