Berita Buleleng

Batasi Jumlah Jemaat yang Datang, Gereja Paroki Santo Paulus Singaraja Beri Layanan Live Streaming

Romo Agustinus Berelau dari Gereja Paroki Santo Paulus mengatakan, jumlah jemaat yang ada di Gereja Paroki Santo Paulus mencapai 2.000an orang.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Anggota Sabhara Polres Buleleng saat melakukan sterilisasi di Gereja Paroki Santo Paulus Singaraja, Jumat (24/12) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Meski kasus terkonfirmasi Covid-19 telah melandai, protokol kesehatan tetap ketat diterapkan saat perayaan Natal.

Seperti yang dilakukan di Gereja Paroki Santo Paulus Singaraja.

Selain menerapkan 3M (Mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak), pengurus gereja juga membatasi jumlah jemaat yang datang untuk beribadah.

Pihaknya memberikan layanan live streaming, sehingga para jemaat dapat mengikuti ibadah dari rumah masing-masing. 

Ditemui Jumat (24/12), Romo Agustinus Berelau dari Gereja Paroki Santo Paulus mengatakan, jumlah jemaat yang ada di Gereja Paroki Santo Paulus mencapai 2.000an orang.

Baca juga: Saat Nataru, Polda Bali Minta Lakukan Rapid Antigen Secara Random di Terminal Mengwi

Baca juga: SISI LAIN Pemilihan Ketum PBNU 2021-2026: Suasana Tegang Jadi Haru, Gus Yahya Cium Tangan Said Aqil

Baca juga: Berlinang Air Mata, Gus Yahya Peluk Said Aqil Usai Resmi Jadi Ketua Umum PBNU

Namun saat hari Natal ini, jumlah jemaat yang dapat mengikuti ibadah di gereja dibatasi hanya sebanyak 700 orang. 

"Kami sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Kalau jemaat tidak punya aplikasinya minimal bawa kartu vaksin. Jarak tempat duduk juga diatur. Pelaksanaan peribadatan kami tawarkan dalam dua bentuk. Umat bisa hadir secara langsung namun jumlahnya tetap dibatasi, serta secara live streaming. Protokol kesehatan harus dipatuhi dan ditaati," jelasnya. 

Romo Agustinus juga menyebut, dalam perayaan Natal kali ini, pihaknya mengangkat tema Cinta Kasih Kristus Menggerakan Persaudaraan.

"Dengan tema itu, kami berusaha melukiskan bahwa tangan Kristus merangkul semua manusia. Sehingga seluruh manusia belajar bagaimana mengasihi, mencintai dan mencari kedamaian. Itu pesan-pesan Natal yang harus dibawa," terangnya. 

Disisi lain, sejumlah anggota Sabhara Polres Buleleng terpantau melakukan sterilisasi di Gereja Paroki Santo Paulus, dan sejumlah gereja besar yang ada di wilayah Kota Singaraja.

Sterilisasi dilakukan agar umat Kristiani dapat menjalani ibadah dengan aman.

"Sterilisasi dilakukan dengan mengecek seluruh ruangan yang ada di gereja. Hasilnya tidak ditemukan adanya barang-barang yang berbahaya. Sterilisasi akan terus kami lakukan hingga beberapa hari kedepan," tutupnya. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved