Breaking News:

Berita Tabanan

Telusuri Aset Korupsi Tersangka, Kejari Tabanan Periksa 11 Saksi Kasus Korupsi LPD Sunantaya

Tim Penyidik Kejari Tabanan memeriksa 11 saksi dalam kasus korupsi LPD Desa Adat Sunantaya

Kejari Tabanan
Tim Penyidik Pidsus Kejari Tabanan saat melakukan pemeriksaan terhadap saksi kasus korupsi LPD Desa Adat Sunantaya, Desa/Kecamatan Penebel, di Kejari Tabanan, Selasa 21 Desember 2021 - Telusuri Aset Korupsi Tersangka, Kejari Tabanan Periksa 11 Saksi Kasus Korupsi LPD Sunantaya 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Tim Penyidik Kejari Tabanan memeriksa 11 saksi dalam kasus korupsi LPD Desa Adat Sunantaya, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali.

Para saksi terdiri dari kalangan pengurus hingga nasabah.

“Setelah penetapan tersangka, kami sudah langsung lanjutkan pemeriksaan dalam hal ini pemeriksaan saksi,” kata Kasi Intel Kejari Tabanan, Pande Mahaputra, Kamis 23 Desember 2021.

Kata dia, tim akan melanjutkan pemeriksaan dengan memanggil ahli dalam hal ini auditor serta menelusuri aset hasil korupsi para tersangka.

Baca juga: Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi LPD Taman Sari Jembrana Segera Disidangkan

Untuk diketahui, Kejari sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

Tersangka adalah mantan anggota DPRD Tabanan dua periode, I Gede Wayan Sutarja yang juga merupakan mantan bendesa adat sekaligus pengawas LPD.

Kemudian ada sekretaris LPD Sunantaya, Ni Putu Eka Swandewi.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan, keduanya disangka melakukan tindak dugaan korupsi dengan kerugian senilai Rp 1,3 miliar lebih.

Sedangkan untuk ketua LPD Sunantaya, I Gede Ketut Sukerta sudah divonis di Pengadilan Tipikor Denpasar pada tahun 2020.

Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tabanan, Ida Bagus Widnyana mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved