Breaking News:

Berita Buleleng

2 Rekanan Diberi Perpanjangan Waktu 50 Hari untuk Selesaikan Jembatan di Desa Wanagiri & Desa Bakung

Pemkab Buleleng memberikan perpanjangan waktu kepada dua rekanan untuk menyelesaikan proyek jembatan di ruas

Istimewa
Proses pengerjaan jembatan di ruas jalan Desa Wanagiri.    

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemkab Buleleng memberikan perpanjangan waktu kepada dua rekanan untuk menyelesaikan proyek jembatan di ruas jalan Desa Wanagiri dan Desa Bakung, selama 50 hari.

Kendati diberikan perpanjangan waktu, dua rekanan itu yakni PT Bima Agung yang mengerjakan jembatan di ruas jalan Desa Bakung, dan  PT Adi Murti yang mengerjakan jembatan di ruas jalan Desa Wanagiri sanksi berupa denda. 

Baca juga: Jelang tahun Baru, Hunian Hotel di Buleleng Baru 40 Persen

Baca juga: Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur Marak, Kejari Buleleng Beri Perhatian Khusus

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha pada Selasa (28/12) mengatakan, masa kontrak dari pembangunan dua jembatan itu sejatinya habis pada 15 Desember lalu.

Namun progres pembangunan jembatan di ruas jalan Wanagiri hingga saat ini baru mencapai 60 persen. Sementara progres pembangunan  jembatan di ruas jalan Desa Bakung baru mencapai 95 persen. 

"Sesuai mekanisme, pihak rekanan diberikan perpanjangan waku lagi 50 hari. Pihak rekanan juga tetap dikenakan denda, satu per seribu dari nilai kontrak. Denda itu akan dibayar setelah proyek selesai dikerjakan," ucapnya. 

Adipta menyebut, keterlambatan proses pengerjaan jembatan di ruas jalan Desa Wanagiri salah satunya disebabkan oleh faktor medan dan cuaca.

Sementara keterlambatan pada pengerjaan jembatan di ruas jalan Desa Bakung disebabkan lantaran pihak rekanan lambat saat memasang beton precast.

"Pelaksana di lapangan masih lalai. Mereka tidak memperhitungkan cuaca. Disamping itu medannya juga cukup berat. Untuk membawa beton, harus menggunakan truk yang kecil," ungkapnya. 

Adiptha pun berharap pihak rekanan dapat menyelesaikan proyek tersebut hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Agar jembatan tersebut bisa dilintasi oleh pengguna jalan.

"Kalau sampai 50 hari itu pekerjaannya juga tidak selesai, maka rekanan itu akan kami blacklist," tutupnya. 

Seperti diketahui, nilai kontrak pembangunan jembatan di ruas jalan Desa Wanagiri mencapai Rp 6.81 Miliar.

Sementara nilai kontrak pembangunan jembatan di ruas jalan Desa Bakung sebesar Rp 5.05 Miliar. Proyek tersebut mulai dikerjakan pada Juni 2021 lalu. 

(*)

Foto: Istimewa/

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved