Breaking News:

Berita Klungkung

Penyidik Tipikor Polres Klungkung Periksa 15 Saksi Terkait Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa Tusan

Penyidik dari Unit Tipikor Satuan Reksrim Polres Klungkung telah memeriksa 15 saksi terkait dugaan penyelewengan keuangan di Desa Tusan

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kasat Reskrim AKP Ario Seno Wimoko. Penyidik dari Unit Tipikor Satuan Reksrim Polres Klungkung telah memeriksa 15 saksi terkait dugaan penyelewengan keuangan di Desa Tusan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Penyidik Tipikor Polres Klungkung Periksa 15 Saksi Terkait Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa Tusan.

Penyidik dari Unit Tipikor Satuan Reksrim Polres Klungkung telah memeriksa 15 saksi.

Terkait dugaan penyelewengan keuangan di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Saat ini penyidik masih mengumpulkan data dan fakta di lapangan, terkait dengan permasalahan tersebut.

Kasat Reskrim AKP Ario Seno Wimoko dikonfirmasi, Selasa 28 Desember 2021, membenarkan, penyidik sudah meminta klarifikasi sedikitnya 15 saksi.

Baca juga: Masalah APBDes Desa Tusan Klungkung Meluas, Perbekel Laporkan Bendahara ke Polisi 

Mereka yang diperiksa, diantaranya Kaur Keuangan Desa Tusan, KS yang juga merupakan bendahara Desa Tusan.

Termasuk yang diperiksa, yaitu Perbekel I Dewa Gede Putra Bali, beberapa kaur, dan anggota BPD. 

“Betul kami ada minta klarifikasi. Ada sekitar 14 - 15 saksi yang kami minta klarifikasi.

Mereka ada dari bendahara, kaur, perbekel, hingga camat. Sekarang masih berproses,” ujar AKP Ario Seno Wimoko, Selasa 28 Desember 2021.

Ia pun belum berani menyimpulkan ada indikasi korupsi dalam kasus raibnya uang desa sebesar Rp 480 juta tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved