Berita Bali

Tuhan Satu Dengan Banyak Nama, Berikut Penjelasan Dalam Kakawin Arjuna Wiwaha

Tuhan di Hindu tetaplah satu, namun oleh orang bijaksana dikenal dengan banyak nama

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Umat Hindu malukat ke Pura Mangening, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Sebagai tanda memohon anugerah kepada Tuhan dan segala manifestasi beliau. Tuhan Satu Dengan Banyak Nama, Berikut Penjelasan Dalam Kakawin Arjuna Wiwaha. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tuhan Satu Dengan Banyak Nama, Berikut Penjelasan Dalam Kakawin Arjuna Wiwaha.

Dalam Hindu di Bali, dikenal Tuhan dengan sebutan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tuhan sendiri memiliki banyak manifestasi, yang dikenal dengan berbagai sebutan, baik dewa-dewi ataupun bhatara-bhatari.

Sehingga Tuhan di Hindu tetaplah satu, namun oleh orang bijaksana dikenal dengan banyak nama.

Baca juga: Piodalan Bhatara Hyang Guru, Ini Maknanya Dalam Ajaran Hindu Bali

Sebab manifestasi beliau memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Hal ini tertera di dalam Kakawin Arjuna Wiwaha XI.1.

Bunyinya, sasiwimba haneng gata mesi banu. Ndan asing suci nirmala mesi wulan. Iwa mangkana rakwa kiteng kadadi. Ring angambeki yoga kiteng sakala.

Arti kutipan kakawin ini, adalah bagaikan bayangan bulan dalam tempayan yang berisi air. Hanya setiap tempat yang suci tanpa noda berisi bayangan bulan.

Seakan-akan demikianlah Tuhan terhadap semua manusia, kepada orang yang sedang melaksanakan yoga lah engkau menampakkan diri.

Kepada Tribun Bali, Ida Pedanda Wayahan Bun pernah menjelaskan tentang konsep ketuhanan dalam ajaran Hindu. 

Sulinggih dari Griya Sanur Pejeng, Kabupaten Gianyar, Bali, ini menjelaskan, dalam Weda sangat jelas disebutkan bahwa Tuhan adalah satu. Sama seperti bulan di langit hanya satu yang bisa dilihat.

Namun pantulan cahayanya bisa terlihat di mana saja. Baik itu di 1.000 tempayan air sekalipun.

Walau bayangan bulan ada 1.000, tetapi sejatinya bulan hanya satu di langit. Demikian pula konsep Tuhan. 

"Dalam puja Trisandya juga ada sebuah mantra berbunyi ‘Eko Narayana Na Dwityo Asti Kascit’, yang berarti bahwa Tuhan adalah tunggal tidak ada duanya,” jelasnya kepada Tribun Bali, beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved