Breaking News:

Berita Gianyar

Dua Tahun Tanpa Kreativitas, Pemuda di Desa Saba Gianyar Sambut Baik Pencabutan Larangan Ogoh-ogoh

keceriaan membuat ogoh-ogoh, latihan megamel baleganjur sebagai musik pengiring arak-arakan ogoh-ogoh,dan momen saat mengarak ogoh-ogoh

Istimewa
Pawai ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali sebelum pandemi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Para pemuda di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali menyambut baik Surat Edaran (SE) Majelis Desa Adat (MDA) Bali yang memperbolehkan desa adat atau yowana membuat ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi tahun 2022.

Hal itu dikarenakan mereka sudah sangat merindukan momen-momen pawai ogoh-ogoh.

Ketua Karang Taruma Desa Saba, I Wayan Etong Sanjay Wikrama, Kamis 30 Desember 2021 mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya SE MDA tentang pencabutan larangan pawai ogoh-ogoh dimalam pengerupukan tahun depan.

Kata dia, pihaknya sangat menyambut baik hal tersebut.

Baca juga: Sempat heboh, Kejari Gianyar Kini Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi di PMI Gianyar

"Kami sangat menyambut baik surat edaran tersebut. Sebab sudah 2 tahun tidak mengekspresikan aktivitas," ujar pemuda yang mewilayahi dulapan Sekaa Teruna Teruni (STT) di Desa Saba tersebut.

Pemuda asal Banjar Banda ini menjelaskan, dalam pawai ogoh-ogoh, ada berbagai momen yang sangat dirindukan para pemuda.

Diantaranya, keceriaan membuat ogoh-ogoh, latihan megamel baleganjur sebagai musik pengiring arak-arakan ogoh-ogoh,dan momen saat mengarak ogoh-ogoh.

"Ada berbagai hal yang dirindukan, membuat ogoh-ogoh, megambel dan arak-arakannya," ujarnya.

Lalu apakah pihaknya memastikan Nyepi tahun depan akan membuat Ogoh-ogoh, Etong mengatakan belum bisa dipastikan.

Hal tersebut tergantung bendesa di masing-masing STT.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved