Breaking News:

Berita Bangli

Pawai Ogoh-ogoh Diizinkan, Sekaa Truna di Bangli Diminta Ajukan Permohonan ke Bendesa

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) No: 009/SE/MDA-Prov Bali/XII/2021 tentang pembuatan dan pawai ogoh-ogoh menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ketua MDA Bangli, I Ketut Kayana 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Setelah dua tahun terbelenggu akibat pandemi Covid-19, pada tahun 2022 ini, aktivitas pawai ogoh-ogoh kembali diizinkan.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) No: 009/SE/MDA-Prov Bali/XII/2021 tentang pembuatan dan pawai ogoh-ogoh menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

Dalam SE yang ditandatangani Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dan Panyarikan Agung I Ketut Sumarta, intinya menyatakan pembuatan ogoh-ogoh dibolehkan, dengan sejumlah pengaturan dan harus tetap mengacu pada pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) Pencegahan Covid 19.

Ketua MDA Kaupaten Bangli I Ketut Kayana saat dikonfirmasi, Minggu (2/1/2022) mengatakan telah menerima dan menyebarkan SE tersebut ke grup MDA Bangli untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Hanya 194 Pejabat yang Dilantik, 243 Pejabat Administrasi Bangli Beralih ke Jabatan Fungsional

Diakui ada beragam respons dari masing-masing Bendesa, mulai dari masih sibuk dengan urusan adat ataupun ada yang akan bersiap-siap.

"Yang jelas, seluruh bedesa adat mendukung aturan yang berlaku," ujarnya.

Sesuai SE, lanjut Kayana, dalam pembuatan ogoh-ogoh diimbau agar tetap mencermati kondisi dan situasi penularan gering timur agung Covid-19, dan memastikan sudah dalam kondisi melandai, serta tidak ada kebijakan baru dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"SE ini sewaktu-waktu masih bisa ditinjau kembali sesuai perkembangan Pandemi Covid 19. Sementara kita di Kabupaten Bangli, untuk saat ini akan tetap berpedoman pada SE tersebut," ucapnya.

Mengacu SE tersebut, lanjutnya, pembuatan dan pawai ogoh-ogoh harus dilaksanakan secara kelembagaan.

Seperti Banjar Adat, Desa Adat, Paiketan Yowana, serta seizin satuan tugas penanggulangan Covid 19 dan Bendesa Adat atau sebutan lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved