Breaking News:

Berita Denpasar

Pelaku Wisata Tunggu Upaya Koster, Wagub Bali Minta Jangan Panik terkait Omicron

Para pelaku pariwisata masih menunggu Gubernur Bali, Wayan Koster berjuang mendatangkan wisatawan mancanegara ke Bali.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Pantai Sanur tampak dipadati wisatawan di Tahun Baru 2022 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Para pelaku pariwisata masih menunggu Gubernur Bali, Wayan Koster berjuang mendatangkan wisatawan mancanegara ke Bali.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (DPD ASITA) Bali, Putu Winastra, Senin (3/1/2022).

Baca juga: Pelaku Pariwisata Tunggu Gubernur Koster Perjuangkan Wisman Masuk ke Bali

Baca juga: ASITA Bali Tanggapi Karantina Wisman 14 Hari Pasca Omicron Merebak di Sejumlah Negara

Baca juga: Kantin Sekolah Tak Boleh Buka, PTM 100 Persen di Denpasar Masih Sosialisasi

"Kami menunggu. Katanya Pak Gubernur mau berjuang ke pusat sampai bulan Januari. Kami akan lihat perjuangan pemerintah. Kami menunggu, kalau misalnya gimana-gimana kami rundingkan bersama-sama apa yang menjadi langkah selanjutnya. Kami kan sudah bertemu dengan Pak Gubernur beberapa waktu lalu. Kami tinggal menunggu saja," kata dia.

Terkait dengan dua wisdom asal Surabaya seusai berlibur di Bali terpapar Omicron, menurut Winastra, sebenarnya orang yang terpapar itu kalau ke Bali bisa di-tracing dia ke mana saja karena menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Lalu sampai saat ini wisatawan belum datang dari luar negeri langsung.

Kalaupun ada, harus karantina di Jakarta.

"Di sini harus kita lihat, jangan sampai Bali belum ada wisatawan mancanegara, lalu tiba-tiba ada Omicron. Kan dicurigai yang datang dari luar negeri kalaupun ada bule yang datang mereka kan sudah 10 hari di Jakarta untuk karantina. Di sini juga harus ditelusuri kebenarannya. Jangan sampai merusak predikat Bali yang sudah bagus prokes-nya. Jangan sampai Bali ini dijadikan korban sudah hampir dua tahun kita berdarah-darah," tambahnya.

Winastra juga menanggapi adanya aturan karantina 14 hari untuk pelaku perjalanan pariwisata mancanegara pasca varian Omicron mulai merebak.

"Kalau nggak salah ada dua poin itu jadi 14 hari yang datang dari negara sumber Omicron atau beberapa negara Afrika, tapi kalau di luar negara itu 10 hari, kalau nggak salah. Saya berpendapat, jangankan karantina 14 hari, 3 hari saja kemarin belum ada wisman yang direct ke Bali," ungkapnya.

Winastra mengatakan, pelaku pariwisata di Bali mengharapkan agar kebijakan itu bisa berubah, paling tidak pada Januari ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved