Breaking News:

Sponsored Content

Badung Akan Uji Coba Alat Pemingsan Babi

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan bekerjasama dengan FKH Unud akan melakukan uji coba penggunaan alat pemingsan babi

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana saat mendengarkan penjelasan tentang penggunaan Captive Bolt Stunner dari FKH Unud dan Animal Australia, Selasa 4 Januari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Badung Akan Uji Coba Alat Pemingsan Babi.

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unud akan melakukan uji coba penggunaan alat pemingsan babi (Captive Bolt Stunner).

Kerja sama itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penerapan prinsip-prinsip Kesejahteraan Hewan (Kesrawan). 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana ditemui seusai menerima 5 unit Captive Bolt Stunner dari FKH Unud di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Bali, menjelaskan.

Alat pemingsan babi ini akan diuji coba pada beberapa pengusaha pemotongan babi yang sebelumnya sudah diseleksi, dibina, dan diberikan pelatihan.

Baca juga: Peternak Babi di Bali Mengeluh Tak Dapat Perhatian Pemerintah, DPR RI: Harus Ada Pendampingan

“Kita akan uji coba alat ini kepada beberapa pengusaha pemotongan babi di wilayah Kabupaten Badung yang sudah mendapatkan pembinaan, pelatihan, serta sudah diseleksi,“ ucapnya, Selasa 4 Januari 2022.

Salah satu keunggulan dari Captive Bolt Stunner ini adalah bisa membuat babi ataupun sapi yang akan dipotong pingsan sebelum dipotong, dengan cara ditembak menggunakan peluru khusus dari alat ini.

Dengan begitu, para jagal tidak perlu memukul ataupun menenggelamkan babi yang dianggap sebagai bentuk penyiksaan terhadap binatang. 

Penggunaan alat pemingsan babi ini juga akan menghasilkan daging yang lebih sehat, segar, dan berkualitas, serta rasanya jauh lebih enak.

Pasalnya pada alat itu, babi dihasilkan tanpa melalui proses penyiksaan.

Kepala Laboratorium Kesmavet FKH Unud I Wayan Suardana mengungkapkan, alat pemingsan babi ini merupakan bantuan dari Animal Australia yang sudah dirintis sejak 2 tahun yang lalu.

“Mengingat sebagai alat yang tergolong baru dan satu-satunya di Bali, proses pengiriman membutuhkan waktu yang panjang dan harus mendapatkan rekomendasi dari pihak kepolisian.

Kami berharap alat ini bisa dipergunakan dengan baik dan ke depan bisa menjadi rujukan bagi daerah lainnya.

Untuk menerapkan Kesrawan, sekaligus menghasilkan daging yang berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved