Breaking News:

Berita Karangasem

Gagal Panen Saat Harga Cabai Meroket, Petani di Karangasem Minta Perhatian Pemkab

Petani cabai di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali gagal panen.

Tribun BALI/Saiful Rohim
Tanaman cabe yang diserang virus terlihat membusuk. Para petani terpaksa memanen cabai lebih awal - Gagal Panen Saat Harga Cabai Meroket, Petani di Karangasem Minta Perhatian Pemkab 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Petani cabai di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali gagal panen.

Pertumbuhan tanaman cabai para petani tak bagus.

Batang cabai menguning dan daunnya layu kemudian rontok.

Kondisi ini terjadi sejak sebulan terakhir.

Baca juga: Terserang Virus, Hektaran Lahan Cabai di Bungaya Karangasem Gagal Panen

Awalnya hanya ada beberapa tanaman cabai yang membusuk.

Namun kian hari menyebar ke cabai lain hingga keseluruhan pohon.

Tak hanya batang dan daun yang diserang, buah cabai pun membusuk.

"Kami merugi jutaan rupiah karena hektaran lahan siap dipanen membusuk. Kondisi ini rutin terjadi saat memasuki musim hujan. Untuk buah yang busuk terpaksa dibiarkan, tidak dipanen petani," ungkap petani di Desa Bungaya, Nengah Tampi, Selasa 4 Januari 2022.

Sampai saat ini, petani belum mengetahui penyebab cabai mereka membusuk.

Petani berharap Pemkab Karangasem turun melihat kondisi mereka agar masalah ini bisa diatasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved