Breaking News:

Berita Denpasar

Relokasi Pedagang di Terminal Wangaya Denpasar Tertunda Karena Hal Ini

Oknum tersebut mengatasnamakan Bendesa Adat Wangaya dan Ketua Kelompok Pedagang yang membuat pedagang tidak menepati waktu relokasi

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
foto Dishub
Rapat pembahasan pemindahan pedagang di Terminal Wangaya pada Kamis, 6 Desember 2022 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemindahan pedagang di Terminal Wangaya, Denpasar tertunda.

Direncanakan pemindahan ini dilakukan ke Pasar Cokroaminoto (eks Tiara Grosir).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan ditundanya pemindahan pedagang ini diduga ada keterlibatan oknum yang membuat pedagang tetap bertahan.

Oknum tersebut mengatasnamakan Bendesa Adat Wangaya dan Ketua Kelompok Pedagang yang membuat pedagang tidak menepati waktu relokasi.

Baca juga: Dalam Pengaruh Alkohol, Made Torina Alami Lakalantas di Jalan Imam Bonjol Denpasar,Lengan Kiri Patah

Hal itu diungkapkan Sriawan usai rapat bersama Polresta Denpasar, Dandim 1611 Badung, Kejari Denpasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Satpol PP Kota Denpasar, Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Perumda Pasar Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma dan Forum Perbekel Kota Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Dishub mengatakan, saat pertemuan awal tanggal 20 Desember 2021 lalu, pedagang di Terminal Wangaya sudah sepakat pindah dari lokasi Terminal Wangaya ke tempat yang sudah disediakan Perumda Pasar Sewakadarma yakni di Pasar Cokroaminoto.

Perpindahan tersebut paling lambat tanggal 31 Desember 2021.

“Akan tetapi, sebelum masa deadline tepatnya tanggal 27 Desember 2021, ada oknum mengatasnamakan Ketua Kelompok Pedagang Wangaya. Sebelumnya juga ada atas nama Ketua Kelompok Pedagang bahkan atas nama Bendesa Adat Wangaya padahal tidak ada Bendesa Adat Wangaya. Yang ada Bendesa Kota Denpasar,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, relokasi pedagang untuk penataan terminal harus tertunda.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved