Breaking News:

Berita Denpasar

Terkait Gelaran Ogoh-ogoh, MDA Kota Denpasar Melakukan Rapat, Pembahasan Sempat Alot

Terkait diizinkannya kembali gelaran ogoh-ogoh, MDA Kota Denpasar melakukan rapat, Kamis 6 Januari 2022 siang

Tribun Bali/Noviana Windri
Ilustrasi - Terkait Gelaran Ogoh-ogoh, MDA Kota Denpasar Melakukan Rapat, Pembahasan Sempat Alot 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait diizinkannya kembali gelaran ogoh-ogoh, MDA Kota Denpasar bersama Parum Bandesa, Sabha Upadesa, Pasikian Pecalang, Forum Perbekel Lurah, Pasikian Sabha Yowana, PHDI, dan Pemkot Denpasar melakukan rapat, Kamis 6 Januari 2022 siang.

Rapat yang digelar di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar berlangsung alot.

Beberapa bendesa yang hadir memberikan pertimbangan terkait dengan Surat Edaran MDA Provinsi Bali tentang ogoh-ogoh ini yang diperkuat oleh SE Gubernur Bali.

Selain itu juga dibahas terkait dengan pelaksanaan melasti serangkaian Nyepi Saka 1944.

Baca juga: Dukungan Dana Ogoh-ogoh Tak Seragam, Denpasar dan Gianyar Tak Alokasikan Anggaran

Bendesa Adat Sanur, IB Paramartha mengatakan, SE bukan merupakan keputusan sehingga masih belum jelas.

“Bagaimana kalau saat menjelang pangerupukan kasus Covid naik, bendesa tidak akan punya muka. Kalau masih surat edaran, saya angkat tangan,” katanya.

Apalagi, menurut dia, jika ada permasalahan yang tidak diinginkan, itu juga akan mencoreng nama Kota Denpasar.

“Kalau surat edaran saya angkat tangan. Ogoh-ogoh bisa dilaksanakan asal bisa mencabut prokes 6M. Ini tanggungjawab moral di adat, salah satunya berkerumun,” katanya.

Sementara itu, Bendesa Adat Pagan, I Wayan Subawa mengajak semua peserta mengenang kejadian tahun 2020 lalu saat ogoh-ogoh sudah selesai, namun pawai tidak diperbolehkan.

Bahkan sampai ada upaya untuk pengembalian dana yang dikeluarkan untuk pembuatan ogoh-ogoh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved