Breaking News:

Berita Bali

Bentuk Edukasi Pelestarian Satwa Langka, Pangdam IX/Udayana Turut Lepasliarkan Penyu di Pantai Kuta

Indonesia merupakan lokasi yang baik bagi pertumbuhan terumbu karang, rumput laut dan keanekaragaman hayati termasuk penyu laut

Dok. Pendam IX/Udayana
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc saat menghadiri acara pelepasliaran di Pantai Kuta, Badung, Bali, pada Sabtu 8 Januari 2022. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc turut serta melestarikan satwa langka Penyu dalam pelepasliaran di Pantai Kuta, Badung, Bali, pada Sabtu 8 Januari 2022.

Maruli bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mendampingi Wakil Kepala Staf TNI AL Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono yang hadir langsung ke Bali dalam kegiatan ini.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, begitu juga area lautnya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Indonesia merupakan lokasi yang baik bagi pertumbuhan terumbu karang, rumput laut dan keanekaragaman hayati termasuk penyu laut.

Baca juga: Gaji Komandan TNI AD Mulai Pangdam, Dandim, hingga Danramil, Juga Dapat Tunjangan Sesuai Jabatan

Penyu merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah.

Reptil laut ini mampu bermigrasi dalam jarak yang sangat jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Asia Tenggara.

Di dunia ada 7 jenis penyu dan 6 diantaranya terdapat di Indonesia.

Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang sangat diharapkan dapat mencegah punahnya habitat penyu yang disebabkan predator alami maupun berkurang karena ulah manusia.

Kapendam IX/Udayana Letkol Kav Antonius Totok Y.P., S.I.P., menjelaskan, hadirnya Pangdam dalam kegiatan konservasi pelepasan penyu tersebut untuk menjaga dan melestarikan satwa langka dalam menindaklanjuti hasil penangkapan penyelundup penyu oleh Pangkalan TNI AL Denpasar, di perairan laut Provinsi Bali.

“Penyu yang dilepas sebanyak 33 ekor dan berjenis penyu hijau (Chelonia Mydas) merupakan hasil dari penangkapan penyelundupan penyu oleh Pangkalan TNI AL Denpasar pada tanggal 30 Desember 2021 lalu, di Perairan Serangan Provinsi Bali," terang Kapendam IX/Udayana.

Kapendam menambahkan, kegiatan konservasi tersebut merupakan salah satu cara untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat untuk ikut menjaga, melestarikan dan melindungi habitat penyu yang kuantitasnya semakin berkurang.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem penyu di Perairan Indonesia khususnya di perairan laut Provinsi Bali," pungkas Totok. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved