Breaking News:

Berita Denpasar

Tanggapan Psikolog Terkait Kasus Dokter yang Sempat Menyakiti Dirinya dengan Jarum Suntik di Bali

Kasus dokter dimana sempat menyakiti dirinya sendiri dengan jarum suntik di Kota Denpasar, Bali sempat viral beberapa waktu lalu

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Made Ayu Praditya Larashati, M.Psi., selaku Psikolog klinis di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus dokter dimana sempat menyakiti dirinya sendiri dengan jarum suntik di Kota Denpasar, Bali sempat viral beberapa waktu lalu.

Memang sejatinya profesi dokter acap kali dinilai sebagai profesi sempurna dan mulia.

Penilaian tersebut sering kali membuat kita lupa bahwa dibalik title profesi tersebut ada sosok manusia yang sama seperti kita.

Dimana mereka tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Baca juga: Diduga Depresi, Petani Asal Karangasem Ini Nekat Mengakhiri Hidup dengan Menceburkan Diri ke Cubang

Selain itu, mereka memiliki cara yang beragam dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi, bisa yang adaptif, dan mungkin ada yang maladaptif.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Made Ayu Praditya Larashati, M.Psi., selaku psikolog klinis di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar memberikan tanggapannya.

"Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi cara seseorang menyelesaikan masalah antara lain, riwayat pengasuhan, kondisi lingkungan yang suportif atau tidak, adanya pengalaman yang tidak menyenangkan di masa lalu dan faktor lainnya tergantung karakteristik pribadi," jelasnya, Sabtu 8 Januari 2022.

Lebih lanjutnya ia menerangkan, ketika seseorang memiliki cara menghadapi permasalahan yang maladaptif atau bisa dikatakan tidak sehat, ia cenderung akan bersikap impulsif, tidak membuat berbagai pertimbangan dan berusaha menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin dengan cara apapun termasuk cara yang ekstrim salah satunya menyakiti diri.

Perilaku menyakiti diri merupakan kondisi yang kompleks, sehingga kita tidak bisa hanya melihat penyebab dari munculnya perilaku ini hanya dari satu sisi.

Perilaku ini juga tidak memandang profesi atau individu-individu khusus yang mana ini bisa terjadi pada siapa saja.

"Walaupun memang, ketika seseorang menyakiti diri ada kemungkinan kelaknya melakukan percobaan bunuh diri ke depannya. Dan ketika perilaku menyakiti diri sudah terjadi, memang lebih baik langsung dikonsultasikan ke psikolog atau psikiater ya," ujarnya.

Namun di sisi lain, orang-orang yang ada di sekitarnya hendaknya, dapat membantu juga untuk memperhatikan kondisi orang tersebut.

Baca juga: Orangtua Harus Tahu! Bukan Hanya Orang Dewasa, Anak-anak Juga Bisa Mengalami Depresi

Dimana kita perlu memberikan support yang tidak menghakimi, jangan mengancam orang yang melakukan perilaku menyakiti diri atas perilakunya, tapi kita bisa segera komunikasi dengan psikolog atau psikiater juga, selain itu kita juga bisa mendorong orang tersebut untuk mencari pertolongan ke profesional (psikolog maupun psikiater). (*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved