Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Haram Kalah di Kandang, Coach Teco Evaluasi Bali United dari Brasil

Skuat Bali United akan melakoni laga perdana putaran kedua Liga 1 Indonesia 2021-2022 tepatnya pekan ke-18 kontra Barito Putera

Tayang:
Penulis: Marianus Seran | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT
Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco - Haram Kalah di Kandang, Coach Teco Evaluasi Bali United dari Brasil 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Skuat Bali United akan melakoni laga perdana putaran kedua Liga 1 Indonesia 2021-2022 tepatnya pekan ke-18 kontra Barito Putera di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Bali, Minggu 9 Januari 2022.

Kekalahan telak 3-1 pada laga pekan ke-17 di rumah sendiri Bali United harusnya menjadi cambuk bagi Serdadu Tridatu.

Harusnya berjuang puputan dan haram kalah di Bali. Di luar kandang bisa menang, masa di kandang kalah.

Jika Bali United kembali meraih hasil minor lawan Barito Putera maka Persija Jakarta, PSIS Semarang, Borneo FC bisa menggusur Bali United ke papan tengah.

Baca juga: Hadapi Barito Putera, Haram Kalah di Kandang, Coach Teco Evaluasi Bali United dari Brasil

Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco langsung mengevaluasi kekalahan Bali United. Evaluasi dilakukan Teco dari Brasil di sela kursus pelatih A Pro.

"Banyak evaluasi dari Coach Teco dari Brasil," tegas pelatih sementara Bali United Yogie Nugraha, kemarin.

Yogie langsung mengumpulkan pemain di tribun penonton lapangan Karya Manunggal Sidakarya Denpasar, Jumat 7 Januari 2022.

Semua pemain diberikan pemahaman dan perbaikan. Setelah itu, Yogie Nugraha memimpin latihan tactikal, game, dan set piece bola mati jelang kontra Barito Putera.

Yogie mengatakan, kekalahan kemarin sudah dilupakan dan pemain fokus menghadapi Barito Putera.

Satu per satu pertandingan akan dijalani Bali United dengan bermain maksimal.

Menurut dia, tak ada tim yang ingin kalah. Semua ingin memenangkan pertandingan bukan Bali United saja, tapi tim papan bawah juga.

"Dengan datangnya pemain baru, kedalaman tim akan lebih baik, persiapan tim cukup baik jelang lawan Barito Putera," katanya.
Menurut dia, semua pemain sudah siap berjuang, termasuk pemain yang baru bergabung.

Tim pelatih tak ingin menilai terlalu jauh tentang tim lawan karena fokus dengan tim sendiri.

Yogie juga mengatakan, laga kontra Barito Putera akan berlangsung di Stadion Ngurah Rai Denpasar sesuai dengan surat yang diterima tim.

"Lapangan jauh lebih bagus, bagi saya lebih pilih lapangan bagus atau locker room bagus. Menurut saya lebih baik pilih lapangan bagus," kata Yogie.

Sementara itu, lima pemain anyar Bali United berpeluang tampil dalam laga ini.

Mereka dalam kondisi fisik bagus, namun Yogie tak mereka bisa starting.

Lima pemain anyar ini yakni winger Timnas Indonesia Irfan Jaya, Ahmad Agung, Abduh Lestaluhu, Eky Taufik,dan pemain Privat Mbarga.

Pelatih Barito Putera Rahmat Darmawan akan menjalani debut di Barito Putera pasca mengganti pelatih Djadjang Nurdjaman.

Pria yang akrab disapa coach RD ini pun ditargetkan untuk mengatrol posisi Barito Putera, agar terhindar dari jeratan degradasi.

Jelang laga Bali United vs Barito Putera, RD mengaku optimistis bisa memberikan yang terbaik untuk tim berjuluk Laskar Antasari tersebut.

"Saya sudah memimpin 6 sesi latihan. Saya lihat para pemain punya motivasi besar, dan itu bagi saya menjadi modal penting menatap laga pertama ini. Tinggal bagaimana mengaplikasikan semangat itu ke pertandingan," katanya, Sabtu 8 Januari 2022.

Meski tidak membeberkan strategi apa yang diterapkan, Rahmad Darmawan secara tersirat menyebut dirinya akan mencoba memadukan pemain muda yang selama ini menjadi menteri utama Barito, dengan sejumlah pemain berpengalaman yang baru didatangkan.

"Dari hasil diskusi dan evaluasi, kami merasa perlu menambah pemain berpengalaman di beberapa posisi. Semoga kehadiran mereka bisa sesuai harapan kami dan mampu membawa Barito lebih baik lagi," tambahnya.

Kapten Barito Putera, Rizky Pora mengaku akan waspada dan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik pada pertandingan hari ini.

Pora menuturkan bahwa kehadiran pelatih baru membuat ruang ganti Barito Putera kian bergairah dan termotivasi.

"Kami bersyukur coach RD bergabung bersama kami. Tentu ini memberikan semangat ekstra bagi kami," katanya.

Barito diprediksi akan menampilkan kekuatan terbaik pada pertandingan ini.

Sejumlah pemain yang baru didatangkan kemungkinan besar akan merumput sejak menit pertama.

Kim Jin-sung akan dimainkan Rahmad Darmawan dalam menjaga barisan belakang, menggantikan peran Cassio De Jesus yang didepak.

Selain itu, Kartika Ajie juga patut dicoba dengan penampilan yang cukup memuaskan di klub sebelumnya.

Raphael Maitimo dan Yu Hyun Koo akan membantu serangan Barito Putera menembus pertahanan Bali United yang berposisi sebagai pemain tengah.

Sedangkan posisi Rafael Silva sebagai ujung tombak, akan ditopang dua pelari cepat Rizky Pora dan Amrizal Umanailo.

Bali United ingin membuka laga pertama putaran kedua Liga 1 Indonesia 2021-2022 dengan tiga poin.

Mereka ingin tetap bersaing di papan atas setelah kalah pada pekan ke-17 kontra Persebaya Surabaya 3-1.

Bali United berada di peringkat kelima dengan 27 poin, sementara Barito Putera di posisi 15 dengan 15 poin.

Terhitung sejak musim 2017, Bali United dan Barito Putera telah bertemu sebanyak delapan kali dan Bali United mendominasi kemenangan sebanyak lima kali.

Dua lainnya seri dan satu kekalahan.

Baca juga: PREDIKSI STARTING XI Bali United vs Barito Putera, Privat Mbarga Turun Sejak Menit Awal

Putu Roy Antara Pengamat Sepak Bola, Perlu Variasi Serangan

BALI United harus segera bangkit setelah pada laga sebelumnya kalah cukup telak dari Persebaya Surabaya di kandang sendiri.

Kekalahan itu terjadi karena Persebaya sudah membaca dengan baik permainan Bali United, sehingga bisa membuat kontra strategi yang tepat.

Permainan Bali United saat itu monoton dengan gaya yang sama. Kedua sayap Bali United tidak bisa berkembang sehingga striker Ilija Spasojevic kewalahan seperti tanpa back up.

Para pemain gelandang juga bermain monoton dan kalah cepat.

Di saat transisi dari menyerang ke bertahan menjadi titik lemah.

Pemain Bali United lambat untuk melakukan pressing di saat kehilangan bola.

Lini tengah lambat untuk turun, sehingga menjadi celah untuk dimanfaatkan lawan.

Gol-gol Persebaya lahir dari serangan balik cepat memanfaatkan lambatnya transisi bertahan BU.

Gelandang BU kalah cepat dengan gelandang dan penyerang Persebaya yang lebih enerjik dan bertenaga.

Menghadapi Barito Putera di pekan ke-18, Bali United harus bermain dengan gaya berbeda.

Para pemain juga harus tampil fight dan melakukan pressing tinggi.

Semoga pemain-pemain baru yang masuk bisa memberikan variasi permainan BU, terutama di area gelandang yang harus lebih variatif.

Kedua sayap lebih berani masuk ke dalam untuk minta umpan terobosan yang bisa langsung ke gawang.

Perlu variasi serangan, karena Spaso pasti kembali mendapat full pressing.

Barito juga banyak pemain baru, pasti gaya mainnya berubah dengan masuknya Coach Rahmad Darmawan (RD).

Kita nggak bisa membaca permainan Barito sekarang dengan adanya pemain-pemain baru, di antaranya sejumlah gelandang-gelandang baru.

Pasti mereka akan punya motivasi besar untuk memberikan perlawanan kepada BU.

Yang harus diwaspadai adalah kecepatan pemain-pemain Barito.

Ada Guy Junior dan Rafael Silva sekarang, plus pemain-pemain senior di lini tengah yang berpengalaman.

Seri 4 Liga 1 Dipindah dari Bali?

PELAKSANAAN seri 4 Liga 1 2021-2022 di Pulau Bali mendulang banyak catatan.

Kritik bermunculan mengenai ketidaksiapan sarana prasarana dan kendala infrastruktur yang terjadi.

Tak hanya itu, mulai muncul pula keluhan mengenai masalah akomodasi dan kepuasan klub.

Gelombang rasa tidak puas ini berujung pada rumor pemindahan Seri 4 Liga 1 ke daerah lain.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pelaksana PT LIB, Sudjarno, mengajak semua pihak melihat dari sudut pandang berbeda.

Pertama, dia memberikan edukasi bahwa untuk menyelenggarakan kompetisi di suatu daerah tidak mudah dan membutuhkan proses panjang.

Banyak pertimbangan yang melibatkan pemangku kebijakan.

Sehingga, opsi untuk memindahkan pelaksanaan kompetisi ke daerah lain memang sangat rumit dan tidak semudah yang dibayangkan.

Baca juga: Penyerang Asing Bali United Privat Mbarga Fit, Duet Spaso dan Lilipaly Siap Ancam Barito Putera

“Begini, kami harus konsultasi dengan federasi, tidak bisa menentukan sendiri. Ada landasan-landasan yang harus dilalui. Kami harus minta izin Mabes Polri terkait masalah kondisi PPKM dan keamanan. Itu juga menjadi pertimbangan. Rekomendasi dari Gubernur Bali yang menyurat kepada PSSI untuk bisa digelar di Bali juga menjadi pertimbangan. Jadi banyak hal pertimbangannya,” kata Sudjarno.

Karena itu, Sudjarno merasa opsi untuk melanjutkan seri 4 di daerah lain bukanlah sebuah keputusan bijak.

Sudah banyak tenaga dan pikiran yang tercurah untuk menyelenggarakannya.

Di sisi lain, dia tidak menutup mata mengenai kekurangan dan kendala di lapangan.

Dia memastikan PT LIB akan terus melakukan evaluasi dan langkah nyata guna membuat sukses pagelaran Seri 4 di Pulau Bali.

“Insya Allah tetap di sini, sambil nanti masalah tempat latihan dan masalah infrastruktur lain kita benahi sambil jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Persib Bandung rampung menjalani pertandingan pekan ke-18 Liga 1 2021-2022 melawan Persita Tangerang di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Jumat 7 Januari 2022.

Pada laga yang mereka menangi dengan skor 1-0 tersebut, Persib Bandung mendapatkan kesempatan mencoba ruang ganti Stadion Ngurah Rai yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya menyebut ruang ganti Stadion Ngurah Rai terlalu sempit dan panas sehingga kurang ideal digunakan untuk kompetisi kasta tertinggi.

Namun, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar memiliki pendapat yang berbeda.

Dia mengatakan keterbatasan infrastruktur di ruang ganti Stadion Ngurah Rai bukan masalah yang disengaja, namun karena kendala situasi dan kondisi.

“Apa pun juga kan karena semua ini (terkendala situasi). Bagaimanapun juga kita harus memaklumi, menerima apa adanya,” ujar pria yang biasa disapa Wa Haji Umuh tersebut.

Selama menggunakan ruang ganti pemain Persib Bandung disebut tidak memiliki kendala yang berarti.

Memang keterbatasan mobilitas dan juga udara yang panas masih dikeluhkan, namun tidak sampai jadi hambatan.

Menurut Umuh Muchtar selama ruang ganti punya sirkulasi udara yang baik, pemain tidak akan merasa keberatan.

Sebab kekhawatiran utama saat ini masih kepada ancaman Covid-19.

Sehingga, ada rasa waspada untuk berkegiatan di dalam ruangan tertutup dengan jumlah orang yang banyak.

“Nomor satu jangan sampai di dalam pengap terus sakit, itu saja. Selama masih bisa berjalan dan bisa dimaksimalkan untuk bertanding,” kata Umuch Muchtar.(rik/ ka7/kompas.com).

Kumpulan Artikel Bali United

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved