Breaking News:

Serba Serbi

Makna Upacara Ngelinggihan Dalam Kepercayaan Hindu, Agar Atman Bisa Bertemu Brahman

Jika manusia menentukan sendiri kematiannya, maka disebut dengan ulah pati dan itu adalah dosa besar. Sebab mengakhiri hidupnya sebelum waktunya

Michael
Ilustrasi roh keluar dari jasad 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kematian adalah teman tak kasat mata dari setiap makhluk hidup di dunia, tak terkecuali manusia.

Maka dari itu, seharusnya manusia sadar bahwa kematian akan datang kapan saja sesuai dengan takdirnya.

Namun sayangnya manusia tidak bisa menentukan kapan kematiannya.

Jika manusia menentukan sendiri kematiannya, maka disebut dengan ulah pati dan itu adalah dosa besar. Sebab mengakhiri hidupnya sebelum waktunya.

Baca juga: Dapat Anugerah Dewi Durga, Alasan Sukmawati Soekarnoputri Masuk Hindu

Ada pula yang dikenal meninggal salah pati, seperti meninggal karena kecelakaan atau dengan cara yang tidak wajar.

Banyak sumber yang mengatakan, bahwa manusia yang meninggal salah dan ulah pati maka rohnya akan tersesat.

Untuk itu, dalam Hindu ada beberapa upacara yang dilakukan agar roh yang tersesat atau kesasar ini kembali ke jalan yang seharusnya. Upacara tersebut seperti upacara pangulapan.

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, menjelaskan bahwa roh manusia yang meninggal sangat mungkin tersesat.

"Upacara-upacara keagamaan, seperti ngaben tentu saja membantu proses roh ini menjadi lebih cepat. Namun semua itu kembali ke karmanya masing-masing," jelas beliau kepada Tribun Bali, Senin, 10 Januari 2021.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved