Breaking News:

Tips Kesehatan

Pantangan Berhubungan Badan Saat Haid, Awas Dapat Meningkatkan Risiko Endometriosis

Berhubungan badan saat menstruasi bisa menyebabkan peningkatan risiko penyebaran infeksi menular seksual seperti HIV atau hepatitis.

kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Melansir Healthline, risiko terbesar berhubungan seks saat menstruasi adalah darah yang akan mengotori ranjang, selimut, atau tubuh Anda dan pasangan.

Hal tersebut akan terjadi terutama ketika seks dilakukan saat darah mengalir deras.

Selain itu, berhubungan seks saat menstruasi bisa menyebabkan peningkatan risiko penyebaran infeksi menular seksual seperti HIV atau hepatitis.

Virus-virus ini hidup dalam darah dan dapat menyebar melalui darah menstruasi yang terinfeksi.

Infeksi ragi atau jamur juga bisa terjadi ketika berhubungan seks dalam masa menstruasi.

Baca juga: Termasuk Rasa Sakit saat Berhubungan Seks, Waspadai 7 Gejala Umum Penyakit Menular Seksual

Baca juga: Video Viral Pesta Seks di Bali, Diduga Video Lama

Pasalnya, vagina memiliki kadar pH (indikator tingkat asam atau basa) antara 3,8 hingga 4,5 setiap bulannya.

Namun selama menstruasi, kadar pH dapat meningkat akibat pH darah menjadi lebih tinggi.

Inilah yang dapat menyebabkan jamur atau ragi berkembang lebih cepat di vagina.

Dalam kondisi ini, Anda mungkin lebih rentan terhadap infeksi serviks (leher rahim) dan uterus (rahim) bagian atas.

Ambil contohnya, infeksi dan penyakit radang panggul (PID) ada kaitannya dengan seks saat haid atau beberapa saat sebelum haid.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved