Breaking News:

Berita Denpasar

7 Kera Ekor Panjang Dijual di Pasar Satria, Penjual Diancam Kurungan 6 Bulan atau Denda Rp 50 Juta

Penjual tersebut bernama Agus Ali yang kedapatan menjual 7 kera ekor panjang.Menurut pengakuannya ia menjual kera ini dengan harga Rp 300-400 ribu

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Sidak penjualan satwa liar di Pasar Satria Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar sidak penjual hewan liar di Pasar Satria, Kota Denpasar Selasa, 11 Januari 2022 siang.

Sidak ini juga melibatkan Satpol PP Kota Denpasar dan BKSDA Provinsi Bali.

Dalam sidak tersebut ditemukan seorang penjual kera ekor panjang.

Penjual tersebut bernama Agus Ali yang kedapatan menjual 7 kera ekor panjang.

Menurut pengakuan agus, awalnya dirinya punya 8 ekor, namun sudah laku terjual seekor.

Baca juga: Anakan Kera Abu-Abu Banyak Diperdagangkan di Pasar Satria, Begini Tanggapan BKSDA Bali

Baca juga: Polisi Bekuk 2 Pelaku Pungli, Kerap Beraksi di Pedagang Pasar Satria Denpasar

Baca juga: Lakukan Pungli Kepada Para Pedagang di Pasar Satria Denpasar, Dua Pelaku Dari Ormas Dibekuk Polisi

Umur kera yang dijual berkisar 4 – 4.5 bulan.

Menurut pengakuannya ia menjual kera ini dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu.

“Ini saya dapat dari Pasar Beringkit. Asal keranya tidak tahu saya,” kata Agus.

Setelah ini dirinya mengaku akan berhenti menjual kera ekor panjang ini.

Namun setelah dilarang berjualan, Agus mengaku tak tahu mau dibawa kemana kera tersebut.

“Saya tidak tahu dibawa ke mana ini,” kata Agus.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Made Ngurah Sugiri mengatakan perintah penertiban ini langsung dari Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.

Dimana Jaya Negara meminta agar dilakukan penertiban penjualan satwa liar di Pasar Satria.

Hal ini dikarenakan satwa liar yang diperjualbelikan lintas wilayah harus mendapat rekomendasi dari Bupati/Wali Kota.

Sementara penjualan satwa liar utamanya kera ini tidak mendapat rekomendasi.

Selain itu satwa liar ini juga berpotensi menjadi penyebar rabies.

“Ini melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang penanggulangan rabies. Sanksi pidananya berupa kurungan 6 bulan penjara atau denda maksimal Rp 50 juta. Apalagi Bali saat ini sedang endemis rabies,” katanya.

Baca juga: Ikan Channa Mulai Booming, Harga Per Ekor di Pasar Satria Denpasar Capai Rp5 Juta

Baca juga: Pasar Satria Denpasar Disasar Polresta Denpasar Dalam Rangka Ops Keselamatan Agung 2020

Namun, untuk saat ini penjual tersebut tidak dikenakan sanksi, namun hanya berupa penandatanganan surat pernyataan bermaterai 10 ribu.

“Kita ada tahapan pembinaan lisan, dan saat ini pernyataan tertulis, kalau nanti sampai ada temuan lagi maka akan diproses,” katanya.

Agus ini menurut Sugiri termasuk pedagang yang bandel.

Karena sebelumnya ia sudah pernah diproses kurungan 6 bulan saat kedapatan menjual hewan dilindungi oleh BKSDA Provinsi Bali.

“Sekarang masih juga menjual satwa liar, jadi akan terus kami pantau. Pak Agus ini termasuk bandel,” katanya.

Sebelum sidak ini, pihaknya mengaku telah melakukan pembinaan terhadap tiga orang penjual kera ekor panjang termasuk Agus Ali pada Jumat, 7 Januari 2022 lalu.

Dalam pembinaan tersebut dari ketiga pedagang ditemukan 11 ekor kera ekor panjang yang dijual di Pasar Satria.

Dan saat sidak ini hanya Agus Ali yang masih ditemukan menjual kera ekor panjang.

Sementara dua penjual lainnya sudah tidak menjual lagi.

“Kami akan terus pantau termasuk di situs online. Kalau kedapatan menjual melalui situs online kami akan serahkan ke PPNS Provinsi sebagai pihak yang berwenang,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved