Breaking News:

Kabar Artis

Tertunduk Lemas Setelah Persidangan, Nia Ramadhani & Ardi Bakrie Ajukan Banding: Wajib Rehabilitasi

Pasangan artis Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie beserta sang sopir Zen Vivata mengajukan hukum banding soal vonis satu tahunnya

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mengaku siap mendengar vonis hakim terkait perkara penyalahgunaan narkotika. Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terlihat hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa 11 Januari 2022 pukul 10.00 WIB. 

TRIBUN-BALI.COM ­– Tertunduk Lemas Setelah Persidangan, Nia Ramadhani & Ardi Bakrie Ajukan Banding: Wajib Rehabilitasi.

Pasangan artis Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie beserta sang sopir Zen Vivata mengambil keputusan untuk mengajukan hukum banding soal vonis satu tahun penjara kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Keputusan tersebut pun disampaikan sang suami Ardi Bakrie usai majelis hakim membacakan vonis terhadap ketigasnya.

"Kami mengajukan banding yang mulia," ucap Ardi Bakrie yang mewakili ketiga terdakwa, saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa 11 Januari 2022.

Dilansir Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Rabu 12 Januari 2022, dalam artikel berjudul NEWS HIGHLIGHT: Divonis 1 Tahun Penjara, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Langsung Ajukan Banding.

Baca juga: NIA RAMADHANI dan Ardi Bakrie Dijatuhi Vonis 1 Tahun Penjara, Sebelumnya Dituntut Rehab

Menanggapi hal tersebut, hakim memberikan tenggat waktu selama satu minggu bagi penasehat hukum Nia Ramadhanai, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto untuk mendaftarkan memori bandingnya ke Pengandilan Tinggi.

Tidak hanya itu, setelah sidang, keputusan banding itu juga disampaikan kuasa hukum para terdakwa, Wa Ode Nur Zainab.

"Sehubungan dengan kliennya kami menyampaikan langsung banding, sehingga dalam hal ini apa yang menjadi putusan majelis hakim, belum bisa dilaksanakan atau belum incraht," kata Wa Ode saat sidang di PN Negeri Jakarta Pusat, Selasa 11 Januari 2022.

Menanggapi hal tersebut, Hakim Ketua Muhammad Damis mengatakan, putusan itu nantinya semua akan dilaksanakan penuntut umum setelah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Itu haknya penuntut umum untuk melaksanakan putusan, eksekusi putusan secara yurisdiksi oleh jaksa," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved