Breaking News:

Berita Bali

Bandara Ngurah Rai Siap Jika Dibuka untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri Bagi PMI

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibuka untuk penerbangan untuk Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk tujuan wisata.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
dok Angkasa Pura II
Ilustrasi - PT Angkasa Pura 1 memiliki utang dengan jumlah besar yaitu Rp 35 triliun.  

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Saat ini, Provinsi Bali khususnya Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali belum melayani penerbangan internasional secara luas, karena memang belum ada penerbangan internasional yang datang ke Bali. 

Statusnya saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibuka untuk penerbangan untuk Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk tujuan wisata.

Lalu bagaimana jika Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibuka untuk penerbangan internasional bagi WNI yang berstatus Pekerja Migran Indonesia (PMI)?

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, mengapresiasi rencana tersebut.

“Apabila kedepannya akan dibuka kembali untuk WNI, rencananya untuk WNI dengan status PMI, kami sangat mengapresiasi rencana tersebut. Sehingga WNI, khususnya PMI, mempunyai alternatif pilihan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai pintu masuk mereka kembali pulang ke Indonesia,” ujar Taufan, Kamis (13 Januari 2022) saat dihubungi tribunbali.com.

Baca juga: Selama Tahun 2021, Bandara Ngurah Rai Bali Layani 3,7 juta Lebih Penumpang

Baca juga: Proyek Bandara Internasional Bali Utara Turut Digarap Kontraktor China, Target Beroperasi 2024

Baca juga: Posko Terpadu Nataru Bandara Ngurah Rai Ditutup, Stakeholder Antisipasi Arus Balik Akhir Pekan Ini

Tentunya, kami siap untuk menerima kedatangan mereka, baik WNA maupun WNI tujuan wisata maupun WNI Status PMI

“Stakeholder Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, sangat siap,” tegasnya.

Fasilitas Protokol Kesehatan pun sudah siap, antaranya thermal scanner, kemudian pemeriksaan dokumen kesehatan, pemeriksaan tes COVID-19 RT-PCR, kemudian pemeriksaan keimigrasian, dan pemeriksaan barang bawaan.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto meninjau dua lokasi karantina yang diperuntukan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) di Bali, Rabu (12/1/2022) kemarin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved