Breaking News:

Berita Nasional

Mahfud MD Sebut Proyek Satelit Militer Kemenhan Rugikan Negara Ratusan Milliar, Ini Kronologinya

Proyek Satelit Militer milik Kementerian Pertahanan (Kemenham) telah merugikan negara berjumlah ratusan miliar.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM – Proyek Satelit Militer milik Kementerian Pertahanan (Kemenham) telah merugikan negara berjumlah ratusan miliar.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Mahfud mengatakan bila proyek Satelit Garuda-1 telah keluar orbit dari slot orbit 123 derajat bujur timur (BT) pada 2015 sehingga terjadi kekosongan pengelolaan satelit oleh Indonesia.

Berdasarkan peraturan International Telecommunication Union (ITU), negara yang telah mendapat hak pengelolaan akan diberi waktu tiga tahun untuk mengisi kembali slot orbit.

"Apabila tidak dipenuhi, hak pengelolaan slot orbit akan gugur secara otomatis dan dapat digunakan oleh negara lain," ujar Mahfud dalam konferensi pers virtual, Kamis, 13 Januari 2022 dikutip Tribun-Bali.com dari Kompas.com pada Sabtu, 15 Januari 2022 dalam artikel berjudul Mahfud Beberkan Proyek Satelit Kemenhan yang Rugikan Negara Ratusan Miliar Rupiah.

Ada Indikasi Keterlibatan Oknum TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebutkan ada indikasi keterlibatan personel TNI soal proyek satelit komunikasi pertahanan di Kementerian Pertahanan (Kemenham).

Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku telah dipanggil oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keaman (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Pada pemanggilan tersebut Andika dimintai konfirmasi soal keterlibatan oknum TNI tersebut.

Dilansir Tribun-Bali.com dari Kompas.com pada Sabtu, 15 Januari 2022, Andika Perkasa menyebutkan proses hukum kepada oknum TNI yang diindikasi terlibat proyek satelit Kemenhan akan segera diproses hukum.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved