Berita Bali

Telah Ditetapkan sebagai Tersangka, Eks Ketua LPD Ungasan Belum Ditahan Polda Bali

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi, Eks Ketua LPD Desa Adat Ungasan, NS belum ditahan Polda Bali.

mohamed Hassan via Pixabay
Ilustrasi korupsi - Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi, Eks Ketua LPD Desa Adat Ungasan, NS belum ditahan Polda Bali. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwongoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi, Eks Ketua LPD Desa Adat Ungasan, NS belum ditahan Polda Bali.

Polda Bali masih melakukan kajian dan menyita dokumen-dokumen alat bukti untuk kelengkapan serta pemeriksaan secara maraton terhadap tersangka yang sudah menjalani pemeriksaan pertama dalam status sebagai tersangka pada 10 Januari 2022.

Baca juga: Polda Bali Tetapkan Mantan Ketua LPD Ungasan Jadi Tersangka Korupsi, Selewengkan Dana Puluhan Miliar

"Sementara kita belum melakukan penahanan. Tersangka kita sudah lakukan pemeriksaan," kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Ida Putu Wedana Jati kepada Tribun Bali, Sabtu 15 Januari 2022

"Penyidik melakukan kajian kembali hal-hal mana yang perlu dilakukan bebrapa langkah penyitaan yang belum disita untuk melengkapi bukti-bukti yang berkaitan dengan sangkaan tindak pidana korupsi yang merugikan perekonomian negara dan masyarakat," sambung dia menjelaskan

Tersangka NS menghadiri panggilan penyidik III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan pada Senin 10 Januari 2022.

Baca juga: Terkait Dugaan Korupsi Masker, Artha Tak Penuhi Panggilan, Kejari Karangasem: Wakil Bupati Sakit

Tersangka didampingi oleh Kuasa Hukum Norman Al Farrizsy menjalani hampir selama delapan jam lama pemeriksaan.

Sebelumnya NS tidak dapat menghadiri panggilan Polda Bali dalam pemeriksaan yang  dijadwalkan pada 6 Januari 2022 karen alasan pemeriksaan kesehatan.

Sedikitnya 40 pertanyaan diajukan oleh penyidik seputar tata kelola keuangan LPD.

Wedana Jati menjelaskan modus tersangka ialah melakukan penyimpangan kebijakan pemberian kredit hingga membuat kerugian LPD Desa Adat Ungasan mencapai Rp28 Miliar dan ditambah penyalahgunaan senilai Rp4,5 Miliar.

Baca juga: KPK Dalami Korupsi DID Tabanan, Ada 8 Kasus yang Dilaporkan di Bali

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved