Gria Bhuwana Dharma Shanti Sesetan Gelar Pelatihan Serati Gratis, Diikuti Puluhan Peserta

Apalagi saat ini, kaum wanita khususnya di Bali banyak yang berkarir. Berbeda pada zaman dahulu, dimana wanita kebanyakan berada di rumah saja

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana belajar membuat banten di Gria Bhuwana Dharma Shanti Sesetan Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hindu di Bali, memang tidak bisa dilepaskan dari adat dan budaya warisan leluhur.

Sebab budaya dan adat sangat erat kaitannya dengan agama Hindu di Pulau Dewata.

Salah satunya adalah adanya upakara atau bebantenan (banten).

Untuk membuat banten, dibutuhkan seni dan ketelitian yang luar biasa. Keterampilan saat memotong, menyayat janur dan daun pisang, ataupun daun kelapa sangat dibutuhkan untuk menghasilkan suatu banten yang cantik. Sehingga tatkala umat Hindu menghaturkan banten kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasiNya, menjadi lebih sempurna.

Baca juga: Banten Pangulapan Penting Dihaturkan Setelah Kecelakaan, Ini Cara Pembuatannya

Namun tentu saja, seiring kemajuan zaman dan kesibukan masyarakat yang kian padat.

Banyak yang tidak memiliki waktu, untuk mendalami dan mempelajari cara membuat banten yang baik dan benar.

Apalagi saat ini, kaum wanita khususnya di Bali banyak yang berkarir. Berbeda pada zaman dahulu, dimana wanita kebanyakan berada di rumah saja.

Sehingga untuk mempertahankan tradisi, adat, budaya Hindu khususnya dalam membuat banten ini. Gria Bhuwana Dharma Shanti, Sesetan, Denpasar memberikan pelatihan gratis untuk menjadi seorang serati atau tukang banten.

Hal ini dijelaskan langsung Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, kepada Tribun Bali, Minggu 16 Januari 2022.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved