Tenis

RESMI! Novak Djokovic Tak Tampil di Australia Open 2022, Segera Dideportasi Karena Visa Ditolak

Harapan Novak Djokovic sirna usai upaya banding terakhir untuk tetap tinggal di Negeri Kanguru selama pergelaran Australia Open 2022 ditolak oleh peng

Editor: Harun Ar Rasyid
AFP/MANAN VATSYAYANA via KOMPAS.COM
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic meraih gelar juara Australian Open 2020 setelah menundukkan Dominic Thiem di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (2/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM  - Harapan petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, untuk bisa tampil pada Australia Open 2022 kandas.

Australia Open 2022 akan mulai digelar pada 17 Januari 2022. 

Harapan Novak Djokovic sirna usai upaya banding terakhir untuk tetap tinggal di Negeri Kanguru selama pergelaran Australia Open 2022 ditolak oleh pengadilan federal pada Minggu 16 Januari 2022. 

Hakim menolak banding tersebut seusai Pemerintah Australia membatalkan visa Novak Djokovic untuk kali kedua pada Jumat (14/1/2022).

Keputusan itu membuat Novak Djokovic akan dideportasi dari Australia.

Dia pun kehilangan peluang untuk mempertahankan gelar Australia Open yang telah ia jaga dalam tiga tahun terakhir (2019-2021).

Tak hanya itu, Novak Djokovic juga tak bisa mengukir gelar single grand slam ke-21 yang membuat dirinya akan melewati rekor Rafael Nadal dan Roger Federer.

Setelah bandingnya ditolak, Novak Djokovic mengaku sangat kecewa. Namun, dia menghormati keputusan pengadilan dan akan bersikap kooperatif selama proses deportasi.

"Saya menghormati keputusan pengadilan, dan saya akan bekerja sama dengan otoritas terkait soal deportasi saya dari negara ini," kata Djokovic, dikutip dari The Guardian.

Sementara itu, BBC melaporkan, para pendukung Novak Djokovic tampak terdiam di luar ruangan sidang saat keputusan penolakan banding diumumkan.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan respons yang diberikan Pemerintah Australia.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menyambut baik keputusan pengadilan yang menolak banding Novak Djokovic.

Menurut Scott Morrison, keputusan itu bakal memperkuat otoritas perbatasan dan menjaga keamanan warga Australia di tengah pandemi Covid-19.

"Warga Australia telah membuat banyak pengorbanan selama pandemi ini, dan mereka berharap pengorbanan itu dilindungi," ujar Scott Morrison, dikutip dari BBC.

Baca juga: SEORANG Anggota TNI di Jakarta Meninggal Dunia di Tempat, Kena Sabetan Senjata Tajam

Baca juga: Gelar Upacara Mulam Pakelem, Berharap Ibu & Anak yang Terseret Arus Sungai Kalibaru Segera Ditemukan

Baca juga: Diprakarsai Seniman Muda Badung, Sekda Adi Arnawa Buka Pagelaran Gema Raga Muda Kreatif dan Mandiri

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved